Ini Langkah Antisipasi KBRI Seoul Lindungi WNI dari Virus Corona di Korsel

Ini Langkah Antisipasi KBRI Seoul Lindungi WNI dari Virus Corona di Korsel
PERISTIWA | 25 Februari 2020 18:51 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Angka suspect Virus Corona di Korea Selatan makin meningkat. Pemerintah Korea Selatan meningkatkan status kewaspadaan menjadi 'Red Alert' dan ditetapkannya wilayah Daegu dan Gyeongsangbuk-do sebagai 'Special Care Zones' karena lonjakan angka tersebut.

KBRI Seoul juga berupaya meningkatkan pelindungan WNI di Korea Selatan yang tercatat berjumlah 37.043 orang. Dubes RI untuk Korsel, Umar Hadi mengungkapkan KBRI terus menyebarkan berbagai informasi penting mengenai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan virus Corona.

Hal ini dilakukan, lanjut dia, baik secara langsung maupun dengan berkoordinasi bersama simpul-simpul dan tokoh masyarakat mitra KBRI, Paguyuban kedaerahan, Mahasiswa, juga kelompok keagamaan seperti Jamaah Masjid Indonesia dan juga Jamaat Gereja Indonesia.

"Secara khusus KBRI juga secara langsung menelepon sebagian mahasiswa dan masyarakat Indonesia lainnya di daerah yang terdampak paling parah, yaitu di Daegu dan Gyeongsangbuk-do. Hal ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung keadaan mereka, ketersediaan makanan, dan masker kesehatan. Melalui kerja sama dengan berbagai instansi seperti BNI 46, membagikan masker kesehatan gratis terutama ke berbagai daerah yang terkena dampak paling parah," jelas dia, Selasa (25/2).

Umar Hadi menuturkan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai otoritas terkait di Korsel maupun Pemerintah Pusat untuk melakukan langkah-langkah antisipatif yang perlu dilakukan.

"Saya percaya bahwa Pemerintah Korea Selatan mampu menangani wabah ini. Hal tersebut ditunjukkan dengan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap langkah-langkah penanganan pemerintah Korsel," jelas dia.

"Saya terus mengimbau agar masyarakat tetap tenang, selalu mengikuti perkembangan melalui sumber-sumber terpercaya dan juga berbagai imbauan KBRI melalui media sosial KBRI Seoul," tambah Umar Hadi.

Selama beberapa pekan terakhir, lanjut dia, KBRI mengintensifkan info langkah-langkah pencegahan dari paparan virus Corona. Tak ayal sarana komunikasi ini menjadi rujukan penting bukan saja buat masyarakat Indonesia di Korsel namun juga keluarga mereka di Indonesia.

Memang saat ini menjaga daya tahan tubuh dan kebersihan masih menjadi langkah utama pencegahan, selain juga menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. "Jaga kesehatan ya! Lindungi diri dan keluarga tercinta dari bahaya COVID-19." Demikian bunyi salah satu imbauan.

Beberapa hari terakhir hotline KBRI selalu menjadi nomor rujukan berbagai masyarakat di Korsel yang khawatir. Berbagai kekhawatiran masyarakat terus dialamatkan mulai dari ketersediaan masker, kondisi terkini di berbagai wilayah, hingga gejala virus corona dan di mana rumah sakit rujukan. Hotline KBRI Seoul ini aktif 24 jam, 7 hari dalam sepekan.

Hingga 25 Februari Korsel telah melaporkan 977 kasus terbaru dari virus Corona. Angka ini merupakan angka tertinggi di luar Tiongkok, sebagai pusat penyebaran virus. KBRI Seoul secara aktif akan terus memantau perkembangan ini dan menyiapkan langkah-langkah yang diperlukan sembari mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan terus waspada. (mdk/ded)

Baca juga:
Menkominfo: Ada 127 Hoaks dan Disinformasi Soal Corona di Media Sosial
Paket Kebijakan Anyar Jokowi, Diskon Tiket Pesawat hingga Tak Pungut Pajak Hotel
Gerakan Sejuta Masker dan Sabun Antiseptik Cegah Virus Corona
Jumlah Korban Meninggal Akibat Virus Corona di Iran Bertambah Jadi 15 Orang
Akibat Virus Corona, Pariwisata RI Diprediksi Kehilangan Rp6,97 T per Bulan
6 ABK Kapal Diamond Princess Asal Bali Tiba di Jakarta
Deretan Strategi Presiden Jokowi Tangkal Dampak Virus Corona ke Indonesia

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami