Ini penjelasan Prof Yohanes terkait PR Matematika kelas 2 SD

PERISTIWA | 23 September 2014 12:54 Reporter : Muhammad Hasits

Merdeka.com - Perdebatan penulisan 6 x 4 atau 4 x 6 masih hangat. Ada yang menganggap hal itu sama, tapi tak sedikit orang berpendapat itu suatu yang berbeda.

Perdebatan itu menarik komentar dari seorang fisikiawan Indonesia, Yohanes Surya. Lewat laman Facebooknya, profesor yang aktif dalam berbagai pelatihan Matematika dan Fisika GASING (Gampang Asyik dan Menyenangkan) ini menjelaskan perbedaan 6 x 4 dan 4 x 6.

Dia memberikan gambaran jeruk dalam kotak. Berikut ini penjelasannya:

Berapa jeruk dalam 2 kotak berisi masing-masing 4 jeruk?

Jawabnya adalah 4 jeruk + 4 jeruk

Kalimat “Berapa jeruk dalam 2 kotak berisi masing-masing 4 jeruk ?”

boleh ditulis

2 kotak x 4 jeruk/kotak =

disingkat

2 x 4 jeruk =

Jadi

2 x 4 jeruk = 4 jeruk + 4 jeruk

Selanjutnya kita tulis

2 x 4 = 4 + 4 (kesepakatan)

Dengan kesepakatan itu kita boleh menulis :

6 x 4 = 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4

4 x 6 = 6 + 6 + 6 + 6

Kesimpulan:

Ketika menghitung 6 x 4 kita membayangkan menghitung jumlah jeruk dalam 6 kotak berisi masing-masing 4 jeruk. Jadi 6 x 4 = 4 + 4 + 4 + 4 + 4 + 4

Ketika menghitung 4 x 6 kita membayangkan menghitung jumlah jeruk dalam 4 kotak berisi masing-masing 6 jeruk. Jadi 4 x 6 = 6 + 6 + 6 + 6

Dengan logika kotak dan jeruk ini, lebih mudah bagi kita untuk mengerti tidak hanya soal-soal cerita perkalian tetapi juga berbagai operasi matematika seperti 28:7 = atau 4a + 4b = 4 (a + b) dsb.

Baca juga:

Profesor Matematika: Di Matematika, guru bukan sumber kebenaran

Ini penjelasan Profesor Matematika ITB soal PR murid SD

Guru besar dan pakar Matematika ini bicara soal PR kelas 2 SD

Ini pengakuan Erfas soal PR Matematika adik

Ini jawaban 5 anak SD hadapi soal yang heboh di Facebook

Guru adiknya tak mau disalahkan, Erfas akhirnya minta maaf

(mdk/has)