Ini Penyebab Demo di Wamena Papua Ricuh

PERISTIWA | 23 September 2019 11:52 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja menyebutkan bahwa demonstrasi di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, hari ini karena isu hoaks.

"Wamena pada minggu lalu ada isu seorang guru mengeluarkan kata-kata rasis, sehingga sebagai bentuk solidaritas melakukan aksi demonstrasi atau unjuk rasa pagi tadi," kata Kapolda di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Senin (23/9).

Namun, kata mantan Kapolda Papua Barat itu, aksi unjuk rasa atau demonstrasi tersebut sudah dilokalisir oleh personel Brimob BKO Nusantara yang diperbantukan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

"Unjuk rasa itu sudah dilokalisir oleh Brimob, kemudian Bupati Jayawijaya juga sudah mendekati mereka (pendemo) supaya tidak lagi lakukan tindakan anarkis," katanya.

Ia menegaskan bahwa soal perkataan rasis itu merupakan isu yang tidak benar, karena aparat Kepolisian telah mengecek keabsahan informasi tersebut.

"Karena itu hanya isu, guru tersebut sudah kita tanyakan dan dia katakan tidak pernah keluarkan kata-kata atau kalimat rasis, itu sudah kita pastikan," katanya.

Terkait aksi demo di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Kapolda Papua mengimbau kepada segenap warga dan elemen pendukung lainnya agar tidak cepat terhasut isu hoaks yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kami berharap masyarakat di Wamena dan Papua pada umumnya tidak termakan isu hoaks atau tidak benar, bijaklah dalam bersikap dan menerima informasi," katanya.

Baca juga:
Aparat Buka Blokade Jalan Abepura-Padang Bulan Papua
Demo Wamena Ricuh, Massa Bakar Kantor Dinas Bupati
Demo Berakhir Anarkis, Sejumlah Bangunan Dibakar Massa di Wamena
Mahasiswa Uncen Demo, Siswa di Jayapura Papua Dipulangkan Lebih Awal
Demonstrasi di Wamena Berujung Anarkis, Bandara Ditutup
Polisi Buru Empat KKB yang Melarikan Diri Usai Baku Tembak di Wamena

(mdk/ded)