Ini Penyebab Desrizal Nekat Pukul Hakim PN Jakpus Pakai Tali Pinggang

PERISTIWA | 12 November 2019 14:43 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Lima saksi memberikan keterangan atas perkara pemukulan hakim oleh seorang Pengacara, Desrizal Chaniago. Dua saksi diantaranya Budi dan Rizky alias Eky. Sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (12/11).

Saksi duduk bersebelahan dengan terdakwa. Saat itu, majelis Hakim sedang membacakan putusan perkara perdata nomor 223/pdt.G/2018/JKT Pst. Sementara Budi dan Rizky mencatat.

Budi menjelaskan, Hakim Sunarso dan Duta Baskara sedang menguraikan pertimbangan hukum. Ia mengaku fokus mencatat sehingga tak memperhatikan situasi di sekitar.

Sejurus kemudian, suasana di ruang sidang riuh. "Saya dengar pengunjung teriak hei,hei, hei," kata Budi di ruang sidang, Selasa (12/11).

Suara gemuruh diruang sidang mengalihkan pandangannya. Budi menengok ke hadapan majelis hakim. Ternyata, terdakwa mengayunkan gesper ke arah hakim Duta Baskara.

"Saya kaget majelis. Saya perhatikan ayunan gesper tidak kena Duta," ujar dia.

Budi menuturkan, dirinya merapihkan berkas-berkas yang berada di atas meja. Lalu, bersama dengan Eky menuju ke Polres Metro Jakarta Pusat.

"Saya bertemu dengan Pak Sunarso di Polres. Dia sedang telepon. Saya tidak melihat ada luka," ucap dia.

Sementara itu, Eky mengaku berbicang-bincang dengan terdakwa Desrizal pascainisden pemukulan hakim. Menurutnya, Desizal kesal karena hakim tidak mempertimbangkan putusan pengadilan sebelumnya.

"Saya tanya kenapa sih melakukan itu. Terdakwa bilang ke saya, dia kesal dan spontan memukul karena pertimbangan hukum tadi tidak sesuai fakta hukum yang ada dan bukti putusan yang diajukan tidak dipertimbangkan," ujar Eky.

Pernyataan Eky diamini Budi, saksi sebelumnya. Dia mengatakan, ia optimis menang dalam gugatan perdata ini seandainya hakim mempertimbangkan putusan pengadilan sebelumnya.

Menurut dia, putusan pengadilan menjadi bagian paling penting perkara perdata nomor 223/pdt.G/2018/JKT Pst.

"Putusan inckrah menghukum saudara tergugat membayarkan utang. Itu tidak dimasukan ke pertimbangan hukum itu . Padahal dengan mengacu putusan itu permasalahan gugatan menjadi terang benderang. Makaya kami semua kaget," papar dia.

Diketahui, pada sidang sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Terdakwa Desrizal telah melakukan kekerasan terhadap Hakim Sunarso dan Duta Baskara saat mengadili kasus sidang perkara perdata di PN Jakarta 18 Juli 2019. Karenanya, JPU mendakwa Terdakwa Desrizal dengan pasal 351 (1) KUHP atau pasal 212 KUHP dengan hukuman ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara.

Reporter: Ady Anugrahadi

Baca juga:
Nilai Dakwaan JPU Kabur, Pengacara Desrizal yang Pukul Hakim Minta Dibebaskan
Didakwa Aniaya Hakim Dengan Ikat Pinggang, Pengacara Desrizal Ajukan Eksepsi
Hari Ini, PN Jakpus Gelar Sidang Perdana Pengacara Pukul Hakim
Pukul Hakim, Pengacara Tommy Winata Jalani Sidang Perdana Besok di PN Jakpus
Hamdan Zoelva Gabung Tim Hukum Pengacara Pukul Hakim di PN Jakpus
Pengacara yang Pukul Hakim Pakai Ikat Pinggang Terancam Dipecat dari Peradi

(mdk/rhm)