Ini Penyebab Kalangan Pelajar Rentan pada Aksi Anarkis

Ini Penyebab Kalangan Pelajar Rentan pada Aksi Anarkis
Seminar penguatan pendidikan karakter di Depok. Istimewa
NEWS | 30 November 2020 14:58 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Generasi milenial, terlebih pelajar sekolah tingkat menengah dan atas dianggap rentan terhadap aksi anarkis. Paling ringan, aksi tersebut memicu perusakan yang dilakukan spontan karena ketidakpahaman pelajar saat ikut serta dalam aksi demonstrasi.

"Paling ringan itu pengerusakan, kalau paham anarkisme ini terus berkembang pada seseorang bisa jadi dia menjadi radikal. Dan pemahaman ideologinya berubah," kata Direktur Amir Mahmud Center, Dr. Amir Mahmud dalam seminar dan diskusi penguatan pendidikan karakter dalam rangka menangkal anarkisme dan radikalisme di era milenial di lingkungan sekolah, Depok, Jawa Barat, Senin (30/11).

Amir menuturkan, anarkisme sangat berbahaya terutama pada kalangan milenial dengan usia remaja. Sebab, anak remaja usia tersebut didominasi rasa emosional.

"Kalau sebenarnya, kalangan milenial lebih mudah dipengaruhi dan dia lebih sering menggunakan rasa emosionalnya. Dan ini rentan dimanfaatkan untuk kepentingan kelompok tertentu. Ini bisa dilihat keberutalan mereka saat demo-demo. Mereka tidak tahu apa yang dilakukan, mereka melakukan sewenang-wenang tapi akhirnya menyesal. Ini karena terdorong oleh emosi," jelas Amir Mahmud.

Dalam simulasi pemahaman paham anarkis itu, Amir menekankan pentingnya semua pihak memberikan pemahaman dan penguatan bahaya paham anarkis.

Menurut dia, dalam batas pengetahuan paham anarkis yang diperoleh kalangan pelajar sudah mereka dapatkan di sekolah dalam bentuk teori.

"Pemahaman di sekolah sifatnya tidak memberi penegasan, secara makna sudah dipahami. Tapi wujud ril keadaanya itu mungkin belum tersampaikan di Sekolah," kata dia.

Bahayanya, jika pemahaman anarkis telah mengakar pada kalangan milenial, maka tidak mustahil pemahaman radikal terhadap suatu ideologi juga terdoktrin di kalangan tersebut.

Dalam seminar yang melibatkan pelajar SMA-SMK se-Jabodetabek itu, Amir berharap semua pihak, baik lingkungan keluarga, rumah tangga, sekolah dan aparat penegak hukum bisa sama-sama menangkal peredaran luas paham anarkis tersebut.

"Ini tidak bisa hanya dilakukan polisi saja, tapi semua elemen masyarakat harus bergerak menangkal pemahaman ini. Karena sangat jelas dampak terkecil pengerusakan di sana-sini dan fatalnya lagi perubahan ideologi," tegasnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Viral Video Siswi SMA Mojokerto Tawuran di Pinggir Sawah, Ini Komentar Warganet
Puluhan Pelajar di Bekasi Cegat Bus untuk Tawuran
Terlibat Tawuran Tewaskan Satu Orang, Dua Pelajar di Depok Jadi Tersangka
Ikut Tawuran, Seorang Remaja di Pulogadung Tewas Kena Senjata Tajam
Polisi Kesulitan Cari Barang Bukti Tawuran di Laut
Bocah SD Jadi Korban Salah Sasaran Pembacokan Pelajar SMK Tawuran di Depok

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami