Ini Profil Buchtar Tabuni, Tersangka Makar Papua yang Ditangkap Polisi

PERISTIWA | 11 September 2019 15:06 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Wakil Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Buchtar Tabuni langsung ditetapkan sebagai tersangka atas kasus makar Papua. Sosok Buchtar memang jarang muncul di Indonesia, namun dia kerap kali muncul di acara-acara internasional.

Tujuannya satu, yakni menyuarakan kemerdekaan Papua Barat. Berikut sosok Buchtar Tabuni, Wakil ULMWP, yang giat mengkampanyekan kemerdekaan Papua:

1 dari 4 halaman

Mendirikan IPWP

Buchtar pernah mendirikan International Parliamentarians for West Papua (IPWP) tahun 2008. Organisasi ini organisasi bertujuan untuk membatalkan Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA), referendum tahun 1969 yang memberikan Indonesia kedaulatan atas wilayah Papua Barat.

IPWP diluncurkan di Houses of Parliament, London. IPWP juga bertujuan menggalang dukungan dan kesadaran parlemen internasional untuk gerakan kemerdekaan Papua Barat. IPWP mencontoh grup serupa yang pernah membantu gerakan kemerdekaan Timor Timur.

2 dari 4 halaman

Tokoh Sentral KNPB

Tak hanya sebagai pendiri IPWP, aktivis Buchtar juga menjadi tokoh sentral Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Tujuannya juga sama, berkampanye untuk kemerdekaan Negara Papua Barat.

Berdirinya organisasi ini juga sebagai keprihatinan warga Papua atas ditangkapnya Bachtiar Tabuni tahun 2009. Pada tahun yang sama, tepatnya April 2009, nama Komite Nasional Papua ditambahkan "barat" maka menjadi Komite nasional Papua Barat (KNPB).

3 dari 4 halaman

Membentuk PRD

Buchtar Tabuni memang dikenal sebagai aktivis Papua yang vokal soal kemerdekaan Papua. Beberapa organisasi berhasil dia dirikan, bahkan beberapa mulai dikenal masyarakat luar negeri, seperti London.

Setelah KNPB, Buchtar juga membentuk Parlemen Rakyat Daerah (PRD) tahun 2009. Buchtar sekaligus mengetuai organisasi ini.

4 dari 4 halaman

Dukungan Papua Barat Berharap Masuk MSG

Tahun 2013 lalu, Buchtar Tabuni pernah ditangkap karena rencana aksi demo KNPB dan Parlemen National West Papua (PNWP) selama sepekan lebih di ibu kota Provinsi Papua untuk mendukung bangsa Papua Barat masuk dalam keanggotaan Melanesian Spearhead Group (MSG).

Buchtar Tabuni pernah menyatakan akan menggelar aksi demo mendukung Papua Barat masuk dalam keanggotaan Melanesian Spearhead Group (MSG) meskipun dilarang oleh aparat keamanan.

MSG merupakan sebuah organisasi antar pemerintah, terdiri dari Fiji, Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan Vanuatu serta FLNKS Kaledonia Baru.

Organisasi ini berdiri sejak 1983 dalam suatu pertemuan politik dan pada 23 Maret 2007 para anggota menandatangani persetujuan pembentukan Melanesia Spearhead Group.

MSG bermarkas di Port vila, Vanuatu dan Buchtar Tabuni yang juga ketua PNWP bersikeras untuk mendukung Papua Barat masuk kedalam keanggotaan MSG dan memisahkan diri dari Indonesia. (mdk/dan)

Baca juga:
Polda Papua Tangkap Buchtar Tabuni
Polri: KKB dan Pemberontak Terafiliasi ISIS di Papua Beda Haluan
5 Jasad Penambang Emas Tewas di Yahukimo Papua Belum Ditemukan
Kerusuhan Papua Dirancang Hingga Perayaan HUT OPM Agar Bisa Dibawa ke PBB
Konspirasi Benny Wenda di Balik Rusuh Papua
Menhan: Banyak yang Suruh-suruh Tentara Pulang, Ini Apa Maksudnya?