Ini rahasia kehebatan TNI terus jadi juara dunia menembak

PERISTIWA | 18 Mei 2016 07:45 Reporter : Yulistyo Pratomo

Merdeka.com - Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali mencatatkan prestasi gemilang sekaligus mengharumkan nama bangsa di pentas internasional. Diwakili TNI Angkatan Darat, Indonesia berpeluang untuk kembali menjadi juara umum lomba menembak bertajuk Australian Army Skill at Arms Meeting (AASAM) 2016.

Hingga hari ini, Indonesia sudah membukukan 18 medali emas, unggul telak dibanding dua pesaing terdekat, yakni China dan Jepang yang memperoleh 6 medali emas. Sedangkan tuan rumah dan Amerika Serikat, belum memperoleh satupun medali emas.

Apa rahasianya hingga TNI kembali berpeluang mendapatkan gelar juara umum untuk kesekian kalinya?

Kepala Penerangan Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Letnan Kolonel Heru Dwi Wahana mengungkapkan, salah satu rahasianya adalah penjiwaan. Setiap prajurit sejak menjadi bagian dari TNI sudah diwajibkan untuk menjiwai senjata yang dimiliki, di samping fasilitas pelatihan yang semakin memadai.

Kondisi inilah yang diyakini bisa membuat para prajurit TNI mampu berbuat banyak di pentas internasional. Dengan mengetahui kemampuan senjatanya, pemiliknya mampu mengetahui kekurangan atau kelebihan senapan yang dibawa.

"Prajurit itu dengan senjata dibiasakan seakan sudah menjiwai, jadi setiap prajurit senjata yang digunakan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Kalau di luar negeri ada senjata bagus (prajuritnya) tinggal terima. Kalau kita bisa utak atik sehingga bisa punya jiwa," ungkap Heru saat berbincang dengan merdeka.com, Selasa (17/5) malam.

Sedangkan kemampuan prajurit sudah diasah sejak dini ketika diterima dan menjadi bagian dari keluarga besar TNI AD. Mereka yang dinilai berbakat, terutama dalam hal tembak menembak langsung diberi pelatihan yang terus menerus hingga memiliki keahlian dibandingkan prajurit lainnya.

"Kita punya pelatih yang sudah biasa. Bisa pilih-pilih berdasarkan naluri. Pelatih kita hebat-hebat juga, jika ketemu (prajurit berbakat) bisa dikembang, karena mereka memiliki pengalaman cukup," lanjutnya.

Dengan proses regenerasi yang terus berlangsung, tambah Heru, maka peserta yang diikutkan dalam perlombaan tingkat internasional tak selalu sama, meski tidak jarang pula yang berkali-kali ikut serta. Apalagi, latihan tanpa batas telah memberi andil besar membentuk prajurit bermental baja dan berkemampuan tinggi.

Sudah latihan 8 jam sehari, tentara AS tak berkutik lawan TNI

Prestasi tentara AS tak membaik, jauh dibanding TNI

Akun Twitter resmi TNI AU sabet penghargaan Marketeers Netizen Award

Tentara pembunuh Ferly dan anaknya mulai disidang

Beli gabah petani, langkah Bulog gandeng TNI dipertanyakan

TNI borong emas di lomba tembak internasional

(mdk/sho)

TOPIK TERKAIT