Ini Sepak Terjang 2 Kurir Sabu Jaringan Internasional yang Ditembak Mati

PERISTIWA » MALANG | 3 Desember 2019 04:03 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Dua kurir narkoba yang ditembak mati tim Satreskoba Polrestabes Surabaya pada Minggu (1/12) malam, bukan pemain baru. Selain terlibat dalam jaringan internasional, keduanya juga tergabung dalam kelompok pengedar jaringan Sokobanah, Sampang, Madura.

Jaringan tersebut pernah diungkap oleh Polrestabes Surabaya pada 18 November lalu, dengan barang bukti 7 kilogram sabu. Dari catatan polisi, salah satu pelaku yang ditembak mati juga merupakan residivis kasus sama dan pernah tergabung dalam pengedar jaringan Aceh.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan, terungkapnya kedua kurir itu juga berdasarkan hasil pengembangan kasus jaringan Sokobanah. Dari situlah, polisi memperoleh informasi jika ada pengiriman 10 kilogram sabu dari Malaysia menuju Surabaya.

Pengiriman 10 kilogram sabu itu, dibagi dalam lima kelompok. Masing-masing kelompok membawa 2 kilogram sabu. Salah satu kelompok yang ditugaskan itu adalah dua kurir yang ditembak mati. Yakni DS warga Malang dan TG warga Sidoarjo.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, kelompok yang membawa sabu-sabu ini sudah ada yang tiba di Surabaya. Untuk itu kami kembangkan yaitu di Sukomanunggal. Dengan menangkap pelakunya, kami harapannya bisa mengungkap 8 kilogram lainnya," kata Sandi, Senin (2/12).

Mengetahui keberadaan para pelaku di Sukomanunggal, lanjutnya, tim Satreskoba yang dipimpin Kompol Memo Ardian pun langsung bergerak. Tim lalu melakukan under cover buy untuk menjebak dan menangkap kedua pelaku tersebut.

Namun rencana itu sudah diketahui pelaku. Sehingga, keduanya nekat melakukan perlawanan. Karena kondisinya membahayakan, polisi menembak kedua pelaku. Keduanya meninggal di perjalanan saat dibawa ke rumah sakit.

"Polrestabes Surabaya tidak akan sungkan melakukan tindakan tegas terukur bagi para bandar dan jaringan narkoba yang ada di Surabaya, dan berani masuk ke Surabaya. Karena bahaya narkoba sangat luar biasa merusak, mental, fisik, sosial, ekonomi, dan generasi kita," tegasnya.

Sandi menambahkan, meski kedua pelaku sudah tidak bernyawa, pihaknya tetap akan berupaya memburu pelaku narkoba lainnya. Dia mengaku, bahwa memang ada beberapa jaringan lainnya yang sedang dalam pengejaran.

Baca juga:
2 Tahun Nyabu, Pegawai Honorer di Samarinda Berdalih untuk Jaga Stamina
Polisi Tembak Mati Dua Kurir Narkoba Jaringan Internasional
Polisi Ungkap Sindikat Narkoba Jaringan Nigeria-Jakarta
Polisi Sita 158 Kg Sabu Sindikat Internasional, Dikendalikan Napi Nigeria
Tangkap 2 Bandar Narkoba, Polisi Amankan 1,8 Kg Sabu
Frustasi Ibunya Meninggal, Alasan Anak Wakil Bupati Banyuasin Konsumsi Sabu

(mdk/cob)