Insiden Adu Mulut Anak Amien Rais dan Pimpinan KPK, Polisi Belum Terima Laporan Resmi

Insiden Adu Mulut Anak Amien Rais dan Pimpinan KPK, Polisi Belum Terima Laporan Resmi
PERISTIWA » MAKASSAR | 14 Agustus 2020 08:45 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Polisi menyatakan hingga kini belum menerima laporan resmi terkait perdebatan antara putra bungsu politikus senior Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais dengan Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango. Tetapi, kepolisian telah mengetahui peristiwa tersebut.

"(Laporan polisi) Belum, belum ada laporan polisinya. (Tetapi) Kemarin beliau singgah di Polsubsektor memberitahu perihal itu, mungkin karena beliau hari sudah malam, baru turun dari pesawat, beliau pamitan terlebih dahulu sampai nanti bagaimana perkembangannya beliau akan menyampaikan lebih lanjut," kata Kapolres Bandara Soekarno Hatta Kombes Pol Adi Ferdian Saputra usai dihubungi merdeka.com, Jumat (14/8).

Menurutnya, pihaknya akan menindaklanjuti apabila ada laporan masyarakat. Namun, hingga kini belum menerima laporan tersebut.

"Nanti kalau ada kabar perkembangan tindak lanjut bagaimana kita kabar, tapi sementara kami menindaklanjuti ya," katanya.

Sebelumnya, perdebatan terjadi antara putra bungsu politikus senior Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais dengan Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango. Insiden itu terjadi saat keduanya menaiki maskapai Garuda dengan nomor penerbangan GA 643 Rute Gorontalo - Makassar - Jakarta pada Rabu (13/8) kemarin.

Peristiwa ini bermula ketika Mumtaz sedang asyik menelepon saat pesawat dalam kondisi mengisi bahan bakar di udara atau refueling sewaktu transit di Makassar. Anggota DPR ini lantas ditegur petugas kabin dua kali namun tak dindahkan. Mumtaz malah marah dan membentak petugas saat diperingatkan untuk ketiga kalinya.

Nawawi yang duduk di sebelah lantas mengingatkan Mumtaz agar mematuhi peraturan dan tak memarahi petugas. Namun peringatan itu dibalas Mumtaz dengan berbalik memarahi Nawawi dan menantangnya.

Rekan Mumtaz yang berada di lokasi bernama Khaerul Salehu Pangeran kemudian meminta maaf kepada Pamolonga. Insiden itu dianggap selesai dan disaksikan petugas kabin.

"Sesampainya di T3 CGK Pamolango Nawawi mendatangi dan melaporkan secara lisan kepada Kapospol Terminal 3," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, dalam keterangannya, Kamis (13/8). (mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami