Instruktur senam dihipnotis, duit Rp 30 juta raib

PERISTIWA | 17 Januari 2014 15:34 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Nasib sial dialami Ngadini (63), warga Jalan Dipo nomor 834 RT 018 RW 006 Kertapati Palembang. Betapa tidak, instruktur senam ini mengaku telah dihipnotis sehingga uang sebesar Rp 30 juta dan 12 suku emas raib dibawa pelaku.

Menurut korban, kejadiannya usai korban memimpin senam di kawasan Kambang Iwak Palembang, Jumat (17/1) pagi. Saat hendak pulang, tiba-tiba seorang pria setengah baya yang mengaku dari Malaysia menghampirinya menanyakan alamat sebuah rumah sakit di Palembang untuk menyerahkan bantuan.

Selang beberapa menit, datang lagi teman pelaku yang berpura-pura menjelaskan lokasi rumah sakit tersebut. Setelah mengobrol panjang lebar, korban diajak pelaku untuk diantar pulang menggunakan sebuah mobil. Di dalam mobil sudah ada dua orang teman pelaku, satu diantaranya seorang perempuan yang mengaku istri pelaku.

"Saat pertama kali ketemu, orang itu menepuk pundak saya. Dan saya seolah-olah bingung mau apa, linglung. Jadi saya mengikuti saja apa kata mereka, padahal saya tidak pernah ikut orang yang belum kenal," ungkapnya saat melapor di Polresta Palembang, Jumat (17/1).

Dalam perjalanan pulang, korban ditawari menukarkan miliknya dengan uang dolar sebesar satu juta dolar Amerika. Korban pun bersedia. Tidak hanya itu, pelaku juga menanyakan kepada korban apakah menyimpan perhiasan. Korban mengaku di rumahnya ada perhiasan emas berjumlah 12 suku.

Saat tiba di dekat rumah korban, pelaku enggan turun dari mobil. Akhirnya korban pulang sendirian untuk mengambil uang dan emas yang diminta. Setelah diberikan, korban menerima amplop dari pelaku yang dijanjikan pelaku.

"Pas saya buka, amplop itu ternyata hanya berisi Rp 58 ribu, padahal janji mereka di dalam amplop itu ada uang dolar sebanyak satu juta," ujarnya seraya meminta polisi meringkus keempat pelaku yang telah menggasak uang dan perhiasan miliknya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Djoko Julianto menjelaskan, pihaknya masih menyelidiki kasus penipuan yang dilakukan keempat pelaku. "Diduga korban dihipnotis oleh pelaku hingga akhirnya korban mau memberikan uang dan emas yang diminta pelaku," tukasnya. (mdk/did)

Produsen pasok air zamzam palsu ke biro haji

Polda limpahkan berkas kasus suami Eddies Adelia ke Kejati

Di Indonesia, air Zamzam pun dipalsukan

Penipuan berkedok operator seluler marak, polisi turun tangan

Gelapkan uang untuk pesta pernikahan, pengantin baru dibui

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.