Intrusi Air Laut bikin Kadar Garam Sungai Mahakam Naik, PDAM Samarinda Setop Produksi

PERISTIWA | 4 September 2019 00:05 Reporter : Saud Rosadi

Merdeka.com - Intrusi air laut di Sungai Mahakam sebagai bahan baku utama produksi air bersih PDAM Tirta Kencana Samarinda kepada pelanggan terus terjadi. Kadar klorida menembus 310 part per million (ppm). Ribuan pelanggan terancam kekurangan air bersih.

Imbas tingginya kadar klorida yang melebihi ambang batas 250 ppm itu, memaksa PDAM menyetop produksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bantuas, yang berlokasi tidak jauh dari muara laut. Sebab, tingginya kadar klorida, berpotensi merusak instalasi pipa distribusi akibat karat.

"Kita hentikan operasi IPA Bantuas dari hari Minggu (1/9). Karena pagi saat pasang laut, klorida 310 ppm sampai hari ini. Ada sekitar 200 pelanggan tidak dapat air bersih," kata Humas PDAM Tirta Kencana Samarinda, M Lukman, kepada merdeka.com, Selasa (3/9).

Lukman menjelaskan, sebagai penggantinya, PDAM mengerahkan armada tangki mendatangi permukiman di Bantuas. "Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan air bersih, karena berhentinya IPA," ujar Lukman.

Sementara, untuk IPA lainnya yang ada di sekitar IPA Bantuas seperti IPA Bukuan, IPA Pulau Atas, IPA Selili, IPA Palaran dan Samarinda masih relatif aman dari ancaman intrusi air laut. "Di IPA itu kadar klorida masih 2,5 ppm," sebut Lukman.

"Tapi tidak menutup kemungkinan, kalau pasang laut, kadar klorida bisa langsung mendadak naik. Karena kan tidak ada hujan. Kami terus siaga memantau setiap jamnya," tambah Lukman.

Dari pengalaman musim kemarau tahun sebelumnya, memang IPA PDAM yang berada dekat kawasan muara Sungai Mahakam ke perairan laut, paling awal terkena imbas intrusi air laut. Namun demikian, Sungai Mahakam di tengah kota Samarinda hingga ke arah Kutai Kartanegara, masih relatif aman.

"Sementara masih di Bantuas saja yang dihentikan produksinya. Yang jelas, tim kami terus siaga memantau kadar klorida di Mahakam," tutup Lukman. (mdk/bal)

Baca juga:
30 Desa di Pati Kekeringan, Warga Cari Sumber Air ke Sawah
Mendagri Sebut 1.097 BUMD Air Minum di Seluruh Indonesia Rugi
Bantuan Air Bersih Kurang, Warga Manfaatkan Sisa Air Kali Untuk Minum
Kekeringan, Warga Karawang Gali Bebatuan di Sungai Mengering Demi Dapatkan Air
Dilanda Kekeringan, 29 Desa di Banyumas Krisis Air Bersih
Kekeringan, Kondisi Muka Air Cisadane Kritis Tangerang Terancam Krisis Air

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.