Investigasi Komnas HAM Ungkap Perusakan Mobil Ketua AJI Jayapura Terencana

Investigasi Komnas HAM Ungkap Perusakan Mobil Ketua AJI Jayapura Terencana
Ilustrasi Garis Polisi. ©2015 merdeka.com/afif
NEWS | 10 Agustus 2021 13:53 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komnas HAM langsung menggelar penyelidikan dan olah TKP usai mobil Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura, Lucky Ireuw, pada Sabtu (7/8), di kawasan Dermaga Pantai Hamadi, Kota Jayapura. Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua Frits Bernard Ramandey mengatakan, dari olah TKP yang dilakukan timnya, muncul beberapa fakta.

Lucky Ireuw, yang juga Pemimpin Redaksi SKH Cenderawasih Pos, datang bersama istri dan anaknya ke dermaga penyeberangan ke Kampung Tobati/Enggros di Jalan Hamadi/Holtekam, sekitar pukul 17.00 WIT. Saat itu Lucky Ireuw bersama keluarga hendak pergi ke Kampung Engros, menurut Frits, dengan tujuan mengantar bahan makanan untuk orangtua.

Korban memarkir mobil di pinggir jalan, sekitar pukul 17.30 WIT korban berangkat bersama keluarga menyeberang ke Kampung Enggross dan menginap di rumah orangtua. Sementara pada Minggu, 8 Agustus 2021 jam 07.30 WIT, lanjutnya, korban kembali ke dermaga dan melihat mobil sudah dalam keadaan rusak, kaca depan bagian kanan hancur.

"Atas kejadian itu, korban Lucky Ireuw memperbaiki kerusakan, menelepon anggota polisi yang bertugas di Kampung Enggross serta telah membuat laporan polisi No LP: STBL/500/VIII/Papua/Resta Jayapura Kota/Sek Japsel," kata Lucky Selasa (10/8). Dikutip Antara.

Selain melapor, menurut Frits, korban juga memperlihatkan barang bukti mobil jenis Suzuki R3 DS 1324 AG, serpihan kaca di jok mobil bagian depan, serpihan kaca yang berhamburan di lokasi kejadian serta serpihan kaca yang masih melekat dengan riben hitam

Frits menyebut, Komnas HAM Perwakilan Papua telah melakukan olah TKP pada Senin, 9 Agustus 2021 di lokasi kejadian, yakni tempat parkiran Dermaga Penyeberangan Kampung Tobati/Enggros Hamadi

Dari hasil olah TKP Komnas HAM Papua, menurut Frits, telah mendapati adanya kerusakan pada bagian jendela mobil bagian kiri dan kanan, diameter 13 cm, 9 cm,17 cm, 13 cm, dan lingkar mobil 49 cm serta panjang mobil 4,3 meter

"Mobil terparkir di bahu jalan dengan jarak satu meter dan jarak mobil ke jalan utama tujuh meter, jarak mobil korban ke jalan poros tiga meter dan terdapat serpihan kaca. Dan, jarak mobil korban dengan mobil lainnya 30 meter tidak dirusak," ungkap Frits.

Sikap Komnas HAM Papua

Atas peristiwa perusakan itu, Komnas HAM Perwakilan Papua menyampaikan, pertama, jurnalis merupakan salah satu profesi yang mulia yang harus dilindungi oleh negara, dikarenakan menjadi tempat penyaluran aspirasi rakyat untuk menyuarakan ketidakadilan perilaku penguasa.

Atas hal ini, Komnas HAM RI dan Komnas HAM Perwakilan Papua mengutuk keras intimidasi-intimidasi yang dilakukan kepada wartawan Lucky Ireuw, Pemimpin Redaksi Cepos (Grup Jawa Pos) yang juga Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jayapura, yang merupakan jurnalis senior dan berpengalaman dalam berbagai liputan konflik di Papua.

Kedua, Komnas HAM menolak dengan tegas perilaku intimidasi yang dilakukan oknum/ kelompok dan atau aktor intelektual kepada wartawan senior Pemimpin Redaksi Cenderawasih Pos Jayapura (Grup Jawa Pos) Lucky Ireuw, yang juga Ketua AJI Jayapura.

Ketiga, dari hasil investigasi dan olah tempat kejadian perusakan mobil, tim Komnas HAM berkesimpulan bahwa pelaku tindakan perusakan dan intimidasi tersebut melakukan secara berencana dengan tindakan berulang sebanyak kurang lebih tiga kali untuk perusakan kaca mobil.

Keempat, meminta Kapolresta Jayapura untuk menindaklanjuti laporan polisi korban wartawan senior Lucky Ireuw, Pemimpin Redaksi Cepos yang juga Ketua AJI Jayapura, untuk mengungkap dan menangkap pelaku perusakan mobil tersebut.

Kelima, meminta Kapolda Papua untuk memberikan dukungan personel dan alat dalam mengungkap kasus perusakan mobil milik wartawan senior Lucky Ireuw, Pemimpin Redaksi Cepos yang juga Ketua AJI Jayapura.

Keenam, atas kasus tersebut tim Komnas HAM mengalami kesulitan untuk mencari CCTV di sekitar lokasi Pantai Hamadi dan jalan ringroad, maka diminta kepada Wali Kota Jayapura untuk memasang CCTV, guna memantau berbagai potensi kejahatan yang dilakukan oleh para pelaku kriminal, demi rasa aman warga masyarakat yang berwisata di sekitar Pantai Hamadi. (mdk/gil)

Baca juga:
Korban Sering Minta Uang ke Pelaku, Ini Motif Penyiraman Air Keras Wartawan Medan
Pangdam I/BB Ungkap Keterlibatan 4 Anggota TNI dalam Pembunuhan Pemred di Simalungun
Wartawan Media Online di Medan Disiram Air Keras, Dapat Kecaman PWI Sumut
Jurnalis Foto Reuters Tewas Tertembak di Pertempuran Afghanistan vs Taliban
Polisi Tangkap Empat Orang Bayaran Diduga Coba Bunuh Wartawan di Binjai
Polisi Tangkap Penembak Wartawan di Simalungun

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami