Investigasi Tim Gabungan Pakar Belum Temukan Penyiram Air Keras Novel Baswedan

PERISTIWA | 15 Juli 2019 20:58 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Tim gabungan pakar kasus penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan telah melaporkan hasil investigasinya kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Temuan hasil investigasi tim gabungan pakar selama 6 bulan itu pun rencananya dipaparkan ke publik dalam satu atau dua hari ke depan.

Namun hasil investigasi tim gabungan pakar tersebut bersifat merekomendasikan kepada penyidik Polri yang menangani kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan. Sementara yang menindaklanjuti hasil investigasi tim gabungan pakar itu tim teknis Polri.

"Tanggal 17 Juli 2019, Tim Gabungan Pakar akan menyampaikan secara komprehensif. Rekomendasi apa nanti akan ditindak lanjuti oleh tim teknis Bareskrim Polri," kata Karopenmas Polri, Brigjen Polisi Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Senin (15/7).

Dedi menjelaskan tim gabungan pakar berbeda dengan tim teknis Polri. Tim gabungan pakar hanya akan memberikan catatan-catatan kepada penyidik sementara yang menindaklanjuti adalah tim teknis Polri.

"Mereka (Tim Gabungan Pakar) melakukan proses investigasi ini kan sifatnya, terbuka, secara umum saja, kemudian hasilnya semuanya akan diberikan dalam bentuk rekomendasi," ujar dia.

Dedi mengakui masih belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Polisi masih perlu menyelidiki kasus ini lebih dalam.

"Penyidikan kan sedang dimulai di Polda Metro, tim dibentuk bukan hanya penyelidikan tapi penyidikan pemeriksaan puluhan orang saksi. Tapi belum ada tersangka masih dalam proses penyidikan mendalam," ucap dia.

Sebelumnya, Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan pihaknya berjanji menyelesaikan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan secepatnya. Dedi menyebut polisi sedang berupaya mengebut penyelidikan kasus penyerangan Novel sebelum batas waktu.

"Polri berkewajiban dan berkomitmen untuk secepatnya menyelesaikan kasus itu, ini komitmen kami. Sebelum kasus itu kedaluwarsa," kata Dedi di Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin, (15/7/2019).

Dedi mengatakan, Tim Gabungan telah dibentuk untuk membantu menangani kasus penyerangan Novel Baswedan. Kemarin, mereka menyampaikan hasil temuan-temuan ke Kapolri.

"Mungkin kalau enggak Selasa atau Rabu tim itu (TGP) akan menggelar konferensi pers membeberkan hasilnya secara konferhensif temuannya selama 6 bulan melakukan investigasi," ujar dia.

Nantinya, Penyidik Bareskrim dan Polda Metro Jaya akan menindaklanjuti temuan-temuan dari Tim Gabungan Pakar. Intinya, Polri tidak akan terburu-buru menyelesaikan suatu kasus.

"Tidak bisa, harus dibandingkan yang multi level. Banyak kasus yang sudah diselesaikan kepolisian termasuk kasus besar dan banyak kasus juga yang masih dijalankan," ujar dia.

Sebagai contoh bom di Kedutaan Besar Filipina. Polri butuh waktu lebih dari lima tahun untuk mengungkap kasus itu. Bahkan, Polri mengungkapnya setelah memeriksa salah satu napiter.

"Itu dari hasil pemeriksaan sampai ke sana baru terungkap siapa sebenernya pelaku bom," ujar dia.

Dalam kasus Novel Baswedan, Polri berkomitmen akan mengungkap secara terang benderang. Hanya saja, kata Dedi semuanya membutuhkan waktu.

"Proses pembuktiannya adalah secara scientific, karena apa? karena setiap case memiliki karakter yang berbeda-beda boleh dikatakan minimnya alat bukti merupakan tantangan bagi Polri untuk mencari alat bukti lainya agar itu menjadi terbuka," papar dia.

Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Polri Tegaskan Komjen Iriawan Tak Ada Sangkut-pautnya dengan Kasus Novel Baswedan
Tim Gabungan akan Ungkap Laporan Hasil Investigasi Kasus Novel Besok
Komjen Iriawan: Saya Tak Ada Sangkut-pautnya dengan Kasus Penyiraman Novel
Ketika Nasihat Komjen Iriawan ke Novel Dikorek TGPF Bentukan Kapolri
Bertemu TGPF, Komjen Iriawan Ngaku Tak Bahas Pihak Terlibat Kasus Novel
Usai Penyiraman, Novel Baswedan dan Komjen Iriawan Kerap Bertemu
Polri Sebut Temuan Baru TGPF Novel Terkait Motif Penyerangan

(mdk/gil)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com