Irjen Listyo Sigit Jadi Kabareskrim, Kasus Novel Baswedan Menanti Penyelesaian

PERISTIWA | 6 Desember 2019 16:26 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Mantan ajudan Presiden Joko Widodo, Irjen Pol Listyo Sigit Prabowo mendapat promosi jabatan sebagai Kabareskrim Polri. Pekerjaan rumah besar menanti Sigit. Yakni penuntasan kasus Novel Baswedan yang sudah dua tahun ini tanpa titik terang.

Wakil Ketua DPR, Azis Syamsuddin menaruh harapan besar Sigit bisa menyelesaikan kasus yang jadi prioritas. Yaitu narkotika, radikalisme, separatisme. Termasuk kasus yang menyita perhatian publik yakni penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

"Termasuk kasus Novel Baswedan," tegas Azis melalui pesan singkat kepada wartawan, Jumat (6/12).

Azis melihat Sigit punya jam terbang cukup tinggi. Apalagi pernah menjabat di beberapa posisi penting di korps Bhayangkara. Sigit merupakan mantan ajudan Jokowi pada 2014 sebelum naik pangkat jadi Kapolda Banten. Dia pernah menjadi Kapolres Pati, Wakapoltabes Semarang, dan Kapolres Solo dan Kapolda Banten.

Karir jebolan Akademi Kepolisian (1991) ini terbilang moncer. Beberapa rekan seangkatannya masih menjabat pos bintang satu, seperti Karomisinter Divhubinter Polri Brigjen Krishna Murti, Dirtipid Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran dan Karopenmas Mabes Polri M Iqbal yang ditunjuk menjadi Wakapolda Jawa Timur. Sebelum menjadi Kabareskrim, Listyo menjabat sebagai Kadiv Propam Polri.

Azis harap Kabareskrim baru dapat memberikan rasa adil bagi pencari keadilan dengan mekanisme hukum acara yang berlaku.

"Pak Sigit punya pengalaman sebagai kasubdit di bareskrim dan Direskrim Polda, jadi tentu beliau sudah memahami dan mumpuni," ucapnya.

1 dari 2 halaman

Kasus Novel di Tangan Kabareskrim

Kapolri Idham Azis pernah menitipkan pesan untuk calon Kabareskrim baru. Yakni bekerja cepat mengungkap pelaku penyerangan air keras pada Novel.

"Untuk segera mempercepat pengungkapan kasus Novel Baswedan," ucapnya.

2 dari 2 halaman

Habis Waktu

Dua tahun sudah kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik KPK Novel Baswedan tak kunjung terungkap. Kasus ini berawal pada 11 April 2017 lalu, segala cara dan upaya untuk membongkar kasus ini sudah dilakukan.

Mulai dari membentuk tim khusus hingga melibatkan masyarakat. Namun hingga kini polisi belum juga berhasil mengungkap siapa pelakunya.

Belum adanya titik terang dalam kasusnya membuat Novel Baswedan tidak tahu upaya seperti apa lagi yang patut dilakukan guna mempertanyakan kejelasan kasus yang terjadi dua tahun lalu itu.

"Pak Jokowi sudah tiga kali ngasih deadline, kita tunggu aja kita lihat. Enggak tahu mau ngomongin apa lagi," ujar singkat Novel seusai mengisi acara yang digagas Turun Tangan Jakarta, Sabtu (9/11).

Kuasa Hukum Novel Baswedan menilai Kapolri Jenderal Idham Aziz tak serius mengusut kasus penyiraman dialami penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut. Kuasa Hukum menyinggung sepak terjang Jenderal Idham Aziz sejak menjabat Kapolda Metro Jaya hingga dipercaya menjadi ketua tim teknis pengusutan kasus Novel Baswedan saat menjadi Kabareskrim tak kunjung tuntas.

"Idham Aziz masih ketua tim biar dia Kapolri, ya kalo dia ngomong akan ada Kabareskrim baru diselesaikan omong kosong itu, dia kagak mau ngungkap juga," kata salah satu kuasa hukum Novel Baswedan, Saor Siagian saat dihubungi merdeka.com, Selasa (4/12). (mdk/noe)

Baca juga:
Gerindra Nilai Wajar Eks Ajudan Jokowi Jadi Kabareskrim
Profil Irjen Listyo Sigit Prabowo, Mantan Ajudan Jokowi jadi Kabareskrim
Kapolri Puji Kinerja Kapolda Metro: Sudah Pantas ke Mabes Polri
Irjen Listyo Sigit Prabowo, Mantan Ajudan Jokowi Naik Jabatan Jadi Kabareskrim
Jabatan Kabareskrim Kosong, Wakabareskrim Ambil Alih Kasus Novel Baswedan
Polri Tunggu Wanjakti untuk Isi Kekosongan Jabatan Kabareskrim

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.