Ironi Siswa di Sigi, Jangankan Akses Internet, Ponsel Saja Harus Pinjam Tetangga

Ironi Siswa di Sigi, Jangankan Akses Internet, Ponsel Saja Harus Pinjam Tetangga
PERISTIWA | 24 Juli 2020 11:43 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Sejak Covid-19 mewabah, pendidikan di tanah air saat ini sedang menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dengan memanfaatkan teknologi, siswa tetap bisa mengikuti pelajaran walau tanpa bertatap muka.

Diharapkan baik siswa maupun tenaga pengajar tidak saling tertular Sars-CoV-2 yang mengakibatkan Covid-19.

Ironinya, tidak semua siswa bisa mengikuti sistem tersebut lancar tanpa hambatan. Tidak semua siswa mempunyai ponsel apalagi kuota internet. Seperti dialami kakak beradik, Nolin dan Adel yang tinggal di pedesaan belum terjangkau jaringan internet.

Siswi di salah satu Sekolah Menengah Pertama yang ada di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah itu menuturkan keadaannya belum lama ini. Desanya yang tidak memiliki akses internet, memaksa keduanya acap kali harus pergi ke desa tetangga, dengan jarak kurang lebih lima kilometer dari rumah mereka.

"Di sini memang belum ada akses internet," tutur Nolin didampingi adiknya, Adel.

Masalah tak sampai di situ, mereka berdua hanya mempunyai satu perangkat gawai dan itupun hanya dipinjam dari tetangganya. Ponsel yang dipinjami tetangganya tersebut mereka pakai bergantian selama belajar daring.

"Saya kelas sembilan (3), kalau adik saya kelas delapan (2). Jadi kalau mau belajar online itu, HP-nya dipakai ganti-gantian. Harus ke Desa sebelah yang ada towernya juga kalau mau belajar," ungkap Nolin.

Memang, ekonomi menjadi kendala utamanya. Kedua orang tua Nolin dan Adel hanya berprofesi sebagai Petani, yang penghasilannya tidak menentu. Hingga sekarang, Adel mengaku telah mengeluarkan uang sebanyak Rp 500.000, untuk digunakan mengisi pulsa data internet setaip belajar daring.

"Sudah ada lima ratus ribu mungkin untuk isi pulsa. Untuk ikut belajar,"jelasnya

Mereka berdua tidak ingin berhenti belajar menuntut ilmu dan menjadi pemilik masa lalu, namun kakak beradik ini giat belajar dengan tujuan menjadi pemilik masa depan.

Baca Selanjutnya: Pagi itu Rabu 22 Juli...

Halaman

(mdk/rhm)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami