Ironi Tenaga Medis Kekurangan APD, Lepas Praktik Langsung Produksi Pelindung Wajah

Ironi Tenaga Medis Kekurangan APD, Lepas Praktik Langsung Produksi Pelindung Wajah
PERISTIWA | 3 April 2020 16:24 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Langkanya Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis nampaknya masih terjadi. Membludaknya pasien tidak dibarengi tok APD yang mencukupi. Padahal, virus Corona atau Covid-19 yang kini tengah mewabah mudah menulari siapa saja apalagi tenaga medis.

Guna menyiasati kekurangan APD, tim dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Denpasar, Bali, membuat sendiri face shield atau alat pelindung wajah.

Selain langka, face shield juga mulai mahal di pasaran.

"Dalam pembuatan ini kami baru buat face shield," kata Anak Agung Bagus Dharmayuda selaku Kepala IGD RSUD Wangaya, saat dihubungi Jumat (3/4).

Pembuatan itu, dilakukan saat di luar jam praktik kerja dan pembuatan tersebut sudah dilakukan sekitar dua pekan lalu. Sementara untuk bahannya mereka membelinya sendiri. Bahannya, adalah berupa spon dan mika keras. Kemudian, untuk prosesnya adalah dua bahan itu dipotong kemudian dirangkai, lalu dijahit dan dilem tembak.

"Anggarannya mungkin ada tapi iya begitu menggunakannya tidak bisa karena penjualnya tidak resmi. (Selain itu) harganya selangit kita harus memilah mana yang harus kita beli iya kita beli. Mana yang bisa kita akali iya kita akali dulu," tuturnya.

Ia menyampaikan, untuk face shield saat ini barangnya langka dan mahal. Kendati, ada penjualnya tidak resmi dan harganya selangit. Karena, harga sebelumnya cuman Rp10.000 hingga Rp15.000 kini menjadi Rp150.000.

"Kalaupun ada penjualnya tidak resmi (dan) dengan harga selangit rumah sakit kita RSUD tidak mungkin bisa beli, kalau penjualnya tidak resmi begitu," jelas Dharmayuda.

Sementara untuk pembuatan face shield itu, dilakukan bersama para dokter lainnya saat tidak ada kegiatan. Dalam pembuatan itu ada sekitar 10 dokter tetap dan 14 dokter magang yang juga ikut membantu membuat face shield.

Sehingga, dalam jangka dua pekan sudah sekitar 200 face shield yang dibuat. Namun, setelah face shield jadi di disterilisasi lebih dahulu dengan menggunakan alkohol untuk menjaga kebersihannya. Alat-alat face shield itu kemudian dibagikan ke dokter atau perawat di bagian lainnya.

"Iya kita ada Shift jadi setelah shift atau habis penanganan kan kosong tidak ada yang kerjaan kita bikin," ujarnya.

Ia juga menerangkan, kegunaan face shield ini adalah untuk melindungi wajah dari droplet ludah maupun batuk pasien dan alat itu hanya digunakan untuk merawat pasien biasa yang tidak ada mengarah ke Covid-19. Namun, jika ada pasien Covid-19 maka yang digunakan adalah alat pelindung diri (APD) coverall.

"Yang dibikin ini grade nomer dua untuk pelindung wajah. Kalau pasien ke arah Covid-19 menggunakan coverall," ujarnya.

Selain itu, untuk pembuatan face shield juga sudah dilakukan atau dicontoh beberapa rumah sakit di Bali untuk membuat sendiri."Sudah mulai banyak yang ikut membuat dan kita bisa berikan caranya saja," ujar Dharmayuda. (mdk/rhm)

Baca juga:
Persaingan Tingkat Dunia di Balik Penjualan Masker & APD untuk Hadapi Pandemi Corona
Anggota DPRD Bogor Urunan Beli APD untuk Tenaga Medis yang Tangani Pasien Corona
Konveksi Baju Muslim di Bogor, Produksi APD dan Dibagikan Gratis
Saat Corona Jadi Langka dan Disalahgunakan, Ini Fungsi APD yang Sesuai Prosedur
Bank DKI Salurkan Ratusan Alat Pelindung Diri ke Sejumlah RSUD di Jakarta
Alat Pelindung Diri Kurang, Petugas Kesehatan RS Rujukan Covid-19 Pakai Jas Hujan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami