Irwasum Polri periksa dugaan penyimpangan dana Rp 97,8 M

Irwasum Polri periksa dugaan penyimpangan dana Rp 97,8 M
Boy Rafli Amar. ©2012 Merdeka.com
PERISTIWA | 1 April 2013 13:34 Reporter : Mustiana Lestari

Merdeka.com - Inspektur pengawasan umum (Irwasum) Polri kini tengah meminta keterangan beberapa penanggung jawab satuan kerja yang dituduh menerima sejumlah dana Rp 97,8 miliar dari non APBN. Hal ini terkait dengan laporan BPK yang disampaikan oleh Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) kemarin (1/4).

"Dana yang dirilis FITRA mengutip BPK sudah disampaikan ke Irwasum, Irwasum sedang meminta penjelasan, sedang berjalan prosesnya diberi waktu dua minggu kepada masing-masing yang ditemukan, itu akan dilaporkan kembali ke BPK," kata Karo Penmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Humas Polri, Jakarta, Senin (1/4).

Polri juga menolak sekaligus mengaku tidak mengerti dengan rilis yang disampaikan FITRA beberapa waktu lalu. Menurut pihaknya, dana non APBN ini sama sekali tidak mengalir ke petinggi Polri tapi pada satuan sektor kerja.

"Bukan buat perorangan ini satker yang mengelola bukan perorangan jadi itu dikelola masing-masing satker. Saya enggak ngerti yang dimaksud FITRA itu seperti apa," lanjut Boy.

Sebelumnya, FITRA mengatakan dalam rilisnya kemarin bahwa ada dana-dana non APBN 2011 milik Polri tidak jelas masuk ke mana. Diduga dana-dana non APBN mengalir ke petinggi petinggi Polri. Dana-dana tersebut antara lain bagi hasil retribusi parkir berlangganan sebesar Rp 4 miliar, pelatihan Rp 17,7 miliar, pelayanan rumah sakit non-badan layanan umum Rp 10,8 miliar, dan pengamanan obyek vital Rp 64,67 miliar. (mdk/ian)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami