Isi Surat yang Dibawa Pelaku Penyerangan Polsek Daha dan Titipan Uang Pemakaman

Isi Surat yang Dibawa Pelaku Penyerangan Polsek Daha dan Titipan Uang Pemakaman
PERISTIWA | 1 Juni 2020 13:23 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Penyerang Polsek Daha Selatan, Kalimantan Selatan meninggalkan sebuah pesan khusus kepada targetnya. Pelaku penyerangan membawa atribut yang indentik dengan simbol kelompok teroris ISIS.

Ditemukan dokumen-dokumen beridentitas ISIS seperti syal dan ID Card ISIS, serta selembar surat bertulis tangan yang disimpan di tas pinggang. Surat itu ternyata pesan untuk targetnya.

Dari gambar yang diterima Liputan6.com, penulis surat yakni Ana Abdurrahman. Melalui surat itu, dia menjelaskan maksud kedatangan ke Polsek Daha Selatan.

"Hari ini aku telah datang, dan memerangi kalian (Thoghut). Dan pesanku untuk ikhwan di mana pun berada bangun dan sadarlah. Jihad ini tak akan pernah henti sampai kiamat sekalipun. Maka bangun dan sadarlah dari tidur yang panjang ini," isi kertas tersebut seperti dikutip Liputan6.com, Senin (1/6).

Pria tersebut belum berkeluarga. Dia juga sempat pamit ke orang tuanya sebelum melakukan aksinya. Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan Mochamad Rifai belum banyak merinci kasus tersebut.

Dari hasil penyelidikan, pelaku diketahui sempat menitipkan uang pemakaman sebelum menyerang Polsek.

"Pelaku sebelum melakukan aksinya pamit kepada orang tuanya dan memberikan uang Rp 1,8 juta untuk biaya pemakamannya," tutur Rifai saat dikonfirmasi, Senin (1/6).

"Pelaku masih bujangan," jelas Rifai.

Peristiwa itu berawal saat proses jaga malam oleh tiga petugas tersebut yang mendadak didatangi orang tidak dikenal yang membawa senjata tajam jenis katana sekitar pukul 02.15 Wita. Bripda Azmi saat itu berada di Ruang Unit Reskrim mendengar keributan di Ruang SPKT.

Saat tiba di lokasi, dia terkejut melihat Brigadir Leonardo sudah mengalami luka bacok senjata tajam. Dia lantas meminta tolong kepada Brigadir Djoman.

Pelaku yang melihat dua anggota polisi itu, kembali melakukan penyerangan. Bripda Azmi yang berhasil lolos langsung lari ke Ruang Intel Binmas dan meminta bantuan Polres Hulu Sungai Selatan. Sementara Brigadir Djoman turut menjadi korban penyerangan.

Orang tidak dikenal itu bersembunyi di ruangan Unit Reskrim Polsek Daha Selatan. Pelaku menolak menyerahkan diri dan tetap melakukan perlawanan. Polisi mengambil tindakan.

"Dilumpuhkan dan meninggal dunia di rumah sakit," ucap Rifai.

Reporter: Ady Anugrahadi dan Nanda Perdana Putra
Sumber: Liputan6.com (mdk/noe)

Baca juga:
Pelaku Penyerangan Polsek Daha Selatan Bawa Atribut ISIS dan Surat Wasiat
Kronologi Penyerangan Polsek Daha Selatan Hingga Tewaskan 1 Anggota Polisi
Polsek Daha Selatan Diserang Orang Tak Dikenal, Satu Polisi Tewas
Insiden Judi Sabung Ayam, Satu Polisi dan Dua Warga di Maluku Tewas
JK soal Pembunuhan Briptu Hedar: Harus Diserang Balik!

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agar Jiwa Tak Terguncang Karena Corona

5