Istana: Rakyat Tak Perlu Takut Sampaikan Pendapat, Asal Didasari Data & Fakta

Istana: Rakyat Tak Perlu Takut Sampaikan Pendapat, Asal Didasari Data & Fakta
Aksi Tolak UU Omnibus Law di Patung Kuda. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani
PERISTIWA | 26 Oktober 2020 12:47 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Tenaga Ahli Kedeputian Kantor Staf Kepresidenan Donny Gahral Adian mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tetap mendengarkan aspirasi publik untuk membangun pemerintahan yang lebih maju. Tidak hanya itu, Jokowi, kata Donny, juga tidak pernah dendam kepada pihak yang mengkritik pemerintahnya.

"Tentu saja (mendengar aspirasi publik), mungkin saja tiap hari membaca komentar tentang kebijakan pemerintah yang sebagian besar kan komentarnya negatif, tapi kan Presiden tidak pernah kemudian memerintahkan aparat hukum memproses orang yang bersuara kritis," kata Donny saat dihubungi merdeka.com, Senin (26/10).

Donny pun menjelaskan, Jokowi tetap menghargai masukan dan kritik dari masyarakat. Serta dibarengi dengan batas-batas hukum yang berlaku.

"Presiden menghargai masukan, kritik dari masyarakat sejauh memang masih dilakukan batas-batas hukum yang berlaku,"

"Itu yang paling penting masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengutarakan pendapat, sejauh didasarkan data dan fakta tetap tidak ada yang perlu dikhawatirkan," ungkap Donny.

Baca Selanjutnya: Survei Indikator...

Halaman

(mdk/rnd)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami