Istana Setuju Rencana Kendaraan Dinas Pakai Mobil Listrik

PERISTIWA | 14 Agustus 2019 18:45 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menanggapi positif terkait usulan Menteri Luhut Binsar Pandjaitan agar pengadaan kendaraan dinas tahun depan bisa menggunakan mobil listrik. Namun hal tersebut menurutnya harus bertahap dengan beberapa instrumen yang lengkap.

"Bagus, tentu semua itu akan bertahap karena instrumen lain diperlukan, seperti charging dan lainnya," kata Moeldoko di Kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (14/8).

Termasuk, kata dia, terkait penggunaan mobil dinas untuk Presiden Joko Widodo. Menurutnya hal tersebut bisa dilakukan, tetapi perlu dilihat lebih dari sisi faktor keamanan, hingga standar mobil listrik tersebut.

"Ya kan ini berkaitan dengan keamanan, harus dipikirkan. Harus berpikir belum ada mobil listrik memiliki tingkat keamanan standar," tutup Moeldoko.

Sebelumnya diketahui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan agar pengadaan kendaraan dinas tahun depan bisa dialokasikan untuk kendaraan berteknologi listrik.

"Saya ke pikir untuk lapor Presiden, 'Nanti APBN tahun depan pembelian sepeda motor, mobil kita wajibkan saja motor listrik buatan Indonesia, Gesits misalnya," kata Luhut saat jadi pembicara kunci dalam Indonesianisme Summit 2019 di Jakarta, Selasa (13/8).

Baca juga:

Usai Perpres Mobil Listrik Diteken, Pemerintah Bakal Revisi PP 41 Terkait PPnBM

Polda Metro Jaya Keluarkan Aturan Kendaraan Listrik

Presiden Jokowi Siap Dukung DKI Jadi Tuan Rumah Balapan Mobil Listrik di 2020

Grab Jajaki Kerjasama Penggunaan Mobil Listrik Bareng Hyundai dan Toyota

TKDN Hingga Insentif Bakal Diatur dalam Perpres Mobil Listrik

Permenhub Tentang Mobil Listrik Masuk Tahap Finalisasi

Anies Wacanakan Ganti Kendaraan Dinas Pakai Mobil Listrik

(mdk/fik)