Istana soal kasus Novel: Jangan semua ke Presiden

PERISTIWA | 2 November 2018 15:47 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko memastikan bahwa kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan masih diselidiki. Dia mengatakan bahwa domain untuk menuntaskan perkara tersebut ada di Polri.

"Jangan semua ke presiden, kan masing-masing punya otoritas yang mesti diberesin di lingkungan kerjanya," kata Moeldoko di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/11).

Moeldoko mengatakan bahwa Presiden sudah meminta Polri untuk menyelesaikan kasus tersebut. Bahkan, kata dia, pemerintah berkomitmen penuh mendorong penyelesaian kasus itu secara jelas.

"Kalau masih dalam batas kemampuan ya mesti diserahkan pada teknis, kalau di luar batas kemampuan ya negara ambil atau presiden ambil, itu saja rumusnya," ucap Moeldoko.

Sebelumnya, penyidik KPK Novel Baswedan diserang sejumlah orang tak dikenal di dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 11 April 2017 silam.

Pelaku diduga menyerang Novel dengan menggunakan air keras. Akibatnya, mata kiri mantan anggota kepolisian itu mengalami luka. Namun hingga kini, lebih dari 500 hari pasca-peristiwa penyerangan, Polri belum bisa menangkap pelaku.

Reporter: Hanz Salim

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
500 Hari kasus Novel tak terungkap, Wakapolri ngaku sudah bekerja maksimal
Aksi WP KPK peringati 500 hari kasus Novel Baswedan
500 Hari kasus penyerangan Novel Baswedan tanpa kejelasan
Jelang 500 hari kasus Novel Baswedan dan TGPF yang tak jelas
Fadli Zon sebut hoaks Ratna Sarumpaet polisi layak raih MURI, bagaimana kasus Novel?
Polisi diminta selesaikan kasus Novel secepat ungkap kebohongan Ratna Sarumpaet

(mdk/did)