Istana Soal Rekonsiliasi dengan Rizieq: Kami Tidak Ada Masalah

Istana Soal Rekonsiliasi dengan Rizieq: Kami Tidak Ada Masalah
PERISTIWA | 12 November 2020 15:25 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab mengatakan akan membuka peluang untuk rekonsiliasi dengan pemerintah. Syaratnya yaitu membebaskan ulama dan aktivis yang saat ini sedang ditahan.

Terkait hal tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mempertanyakan terkait rekonsiliasi. Dia menilai tidak perlu melakukan hal tersebut. Sebab pemerintah tidak memiliki masalah dengan Rizieq.

"Menurut saya, apa yang direkonsiliasi dengan pak Habib Rizieq? Kita tidak ada masalah. Jadi menurut saya istilah rekonsiliasi itu, apanya yang mau direkonsiliasi. Asal semuanya baik-baik bekerja, enggak ada masalah," katanya di kantornya, Jakarta, Kamis (12/11).

Dia mengatakan, pemerintah tidak pernah mempersulit Rizieq terkait kepulangan ke Indonesia. Justru kepulangan pentolan FPI tersebut dikawal dengan baik oleh pihak keamanan.

"Buktinya pulang enggak ada masalah kok. Apakah kita mencegat? Enggak. Aparat keamanan justru kita wanti-wanti, kawal dengan baik, jangan diganggu walaupun mereka sendiri yang mengganggu, mengganggu jalan maksudnya, mengganggu publik," ungkapnya.

"Tetapi kita tidak berikan upaya-upaya untuk menekan, upaya-untuk menghalangi. Buktinya apa? Ya beliau datang sampai ke rumahnya ya aman-aman aja selamat," ungkap Moeldoko.

Moeldoko menegaskan tidak perlu ada rekonsiliasi. Saat ini yang diperlukan adalah mengetahui hak dan tanggung jawab sebagai warga dan negara.

"Hak sebagai warga apa, tanggung jawab sebagai warga apa. Negara juga punya tanggung jawab untuk menjalankan semuanya itu agar aturan-aturan itu bisa ditegakkan, berjalan dengan baik. Karena negara melindungi semuanya," tegasnya.

Sebelumnya diketahui dalam kanal youtube FrontTV, Rizieq berbicara soal peluang rekonsiliasi dengan pemerintah. Dia menegaskan rekonsiliasi bisa terjadi jika adanya dialog bersama dan meminta agar membebaskan sejumlah ulama dan aktivis yang dilakukan penahanan, seperti Abu Bakar Baasyir hingga Habib Bahar bin Smith.

"Tidak ada rekonsiliasi tanpa dialog, dialog itu penting sudah dan ga boleh penguasa itu tangkap kanan tangkap kiri. kriminalisasi sudah enggak boleh," ungkap Rizieq. (mdk/fik)

Baca juga:
Buat Video Dukungan Rizieq, Kopda ATY Diserahkan ke Atasan dan Dihukum Ringan
POM AU Masih Periksa Serka B Soal Video Sambut Kepulangan Rizieq
PA 212 Bantah Edarkan Undangan Reuni Akbar di Monas: Itu Bukan Punya Kita
Gerindra: Nanti Ada Saatnya Prabowo dan Rizieq Syihab Bertemu
Pemprov DKI Persilakan Rizieq Shihab Gelar Maulid Nabi
DPR Harap Panglima TNI Bijaksana Atas Prajurit yang Bersimpati ke Rizieq Shihab

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami