Istana Tegaskan Pemerintah Tak Pernah Membungkam Opini

Istana Tegaskan Pemerintah Tak Pernah Membungkam Opini
PERISTIWA | 2 September 2020 12:07 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Akun Twitter milik epidemiologi FKM UI Pandu Riono diretas beberapa pekan lalu. Setelahnya, portal media Tempo.co juga diduga mengalami peretasan oleh orang tak dikenal.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Gahral Adian menyebut, pemerintah turut prihatin atas peretasan yang dialami tersebut. Dia berharap aparat yang berwenang memproses sesuai ketentuan yang berlaku jika peretasan itu diusut.

"Pemerintah prihatin dalam beberapa kasus itu, tentu saja jika ada aduan akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku," kata Donny dalam diskusi virtual 'Jaga Demokrasi Kita' iluni UI, Rabu (2/9).

Donny menegaskan, pemerintah tidak pernah membungkam kebebasan beropini dalam demokrasi. Menurutnya, pengaturan opini tidak bisa dilakukan pemerintah dan pemerintah tidak melakukan itu.

Dia mengatakan, yang bisa diatur adalah opini yang melanggar ketentuan yang berlaku seperti ujaran kebencian, pemutarbalikan fakta, pembunuhan karakter atau doxing.

"Tapi ketika opini itu kritis terhadap pemerintah saya kira pemerintah tidak dalam kapasitas dan membungkam opini itu," ucapnya.

Dia mencontohkan beberapa waktu lalu Presiden Jokowi menegur menterinya dalam sektor ekonomi kesehatan. Tujuannya agar memperbaiki pola komunikasi ke publik supaya media mendapat informasi yang tepat.

"Jadi di sini Presiden tidak menyalahkan media, Presiden tidak mengatakan media yang melakukan framing dan sebagainya, justru yang ditegur adalah menteri-menteri nya supaya komunikasinya diperbaiki," ujarnya.


Baca Selanjutnya: Donny menegaskan Presiden dan pemerintah...

Halaman

(mdk/rnd)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami