ITS Kembangkan Pendeteksi Covid-19 Lewat Bau Keringat Ketiak

ITS Kembangkan Pendeteksi Covid-19 Lewat Bau Keringat Ketiak
ITS kembangkan pendeteksi Covid-19. Istimewa
PERISTIWA | 18 Januari 2021 04:32 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan sebuah alat yang diklaim dapat mendeteksi virus corona atau Covid-19. Uniknya alat tersebut digunakan dengan cara mendeteksi Covid-19 lewat bau keringat ketiak.

Alat ini dikembangkan oleh Guru besar ITS Prof Drs Ec Ir Riyanarto Sarno MSc PhD. Alat itu diberi nama i-nose c-19. Inovasi teknologi tersebut bahkan telah melalui tahap satu uji klinis.

Tim pengembangan perangkat lunak berbasis kecerdasan buatan ini dipimpin guru besar dari Departemen Teknik Informatika ITS, dan melibatkan mahasiswanya dari jenjang magister dan doktoral. I-nose c-19 sendiri merupakan alat screening Covid-19 pertama di dunia yang mendeteksi melalui bau keringat ketiak (axillary sweat odor). I-nose c-19 bekerja dengan cara mengambil sampel dari bau keringat ketiak seseorang dan memprosesnya menggunakan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

"Keringat ketiak adalah non-infectious, yang berarti limbah maupun udara buangan *i-nose c-19* tidak mengandung virus Covid-19," ungkap profesor yang akrab disapa Ryan ini.

Ia pun menyebut, alat ini memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan teknologi screening Covid-19 lainnya. Di antaranya adalah sampling dan proses berada dalam satu alat, sehingga seseorang dapat langsung melihat hasil screening pada i-nose c-19. Hal ini tentunya menjamin proses yang lebih cepat.

"I-nose c-19 juga dilengkapi fitur near-field communication (NFC), sehingga pengisian data cukup dengan menempelkan e-KTP pada alat deteksi cepat Covid-19 ini," jelasnya.

Ia kembali memaparkan bahwa data dalam i-nose c-19 terjamin handal karena penyimpanannya pada alat maupun cloud. Penggunaan cloud computing mendukung i-nose c-19 dapat terintegrasi dengan publik, pasien, dokter, rumah sakit maupun laboratorium.

"Dengan berbagai kelebihan yang ada, i-nose C-19, karya anak bangsa, hadir untuk menjawab tantangan pandemi Covid-19 yang belum terkendali," ujarnya.

Selain terjamin dari segi biaya karena menggunakan komponen teknologi yang murah, i-nose c-19 juga tidak membutuhkan keahlian khusus dalam implementasinya.

"Scanner ini dapat dilakukan oleh semua orang dengan perangkat pengaman yang lebih sederhana yakni hanya sarung tangan dan masker sebagai perlindungan dasar," tuturnya.

Diungkapkan Ryan, i-nose c-19 merupakan hasil penelitiannya selama empat tahun yang kemudian dioptimalkan dengan menyesuaikan virus Covid-19 sejak Maret 2019 lalu. Saat ini, i-nose c-19 telah sampai pada fase satu uji klinis.

"Ke depannya akan ditingkatkan lagi data sampling-nya untuk izin edar dan dapat dikomersialkan ke masyarakat," ujar dosen Teknik Informatika ITS ini.

Ryan berharap, i-nose c-19 ini dapat segera dikomersialkan dalam waktu maksimal tiga bulan ke depan.

"Melihat semakin meningkatnya penyebaran virus Covid-19 ini dunia membutuhkan banyak teknologi screening yang mudah dan cepat diimplementasikan," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Bambang Pramujati ST MScEng PhD mengungkapkan, jika penemuan yang digagas tim peneliti ITS ini merupakan salah satu lanjutan dari kontribusi ITS di era pandemi Covid-19 saat ini. Nantinya setelah melewati serangkaian uji coba dan peningkatan sampel, diharapkan bisa mempercepat proses pendeteksian orang-orang yang terduga terjangkit virus Covid-19 maupun tidak.

"Dengan adanya inovasi dari ITS ini, kami (ITS) juga meminta dukungan dari Pemprov Jatim untuk bisa bersama-sama memperkenalkan dan mengembangkan penemuan ini lebih lanjut," ujar Bambang. (mdk/cob)

Baca juga:
Menkes Sebut Alat Pendeteksi Covid-19 GeNose Terkendala Kapasitas Produksi
Tes Swab PCR Terus Dilakukan untuk Lacak Penyebaran Covid-19
Pemkot Bogor Terima Mobile BSL 2 untuk Tingkatkan Kapasitas Tes Spesimen Covid-19
Mendagri Minta Daerah Agresif Lakukan Test Covid-19
Ganjar Pesan 100 Unit & Usul ke Jokowi Agar GeNose C19 Jadi Alat Pemeriksaan Resmi
Cek di Sini, Ada Aturan Baru Naik Kereta Jarak Jauh

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami