Jadi Saksi Kasus Suap PAW PDIP, Hasyim Asyari Jelaskan Mekanisme Pemilu

PERISTIWA | 24 Januari 2020 17:08 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Anggota KPU Hasyim Asyari menjelaskan proses pemilu anggota DPR periode 2019-2024. Penjelasan itu ia sampaikan kepada penyidik KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi atas kasus suap yang menyeret mantan anggota KPU Wahyu Setiawan.

Hasyim mengatakan, apa yang disampaikan ke penyidik sudah ia pernah sampaikan di beberapa kesempatan. Yakni pergantian antar waktu caleg PDIP Nazarudin dengan Riezky Aprilia.

Kepada penyidik, Hasyim mengatakan, alasan Riezky yang menggantikan Nazaruddin, yang wafat sebelum hari pemilu, berdasarkan ketentuan pemilu. Itu pula, dia menambahkan, alasan KPU tidak menerima permohonan PDIP agar Harun Masiku yang menggantikan Nazaruddin ketimbang Riezky.

"Itu karena bagian dari proses pemilu dan itu yang saya sampaikan juga," kata Hasyim, Jumat (24/1).

Saat pemeriksaan, ia disodorkan 14 pertanyaan oleh penyidik. Selain diminta menjelaskan keputusan KPU mengenai pergantian antar waktu Riezky, penyidik juga meminta Hasyim untuk menjelaskan tugas tugas komisioner KPU.

"Kalau saya lihat tadi ada 14 pertanyaan yang diajukan kepada saya. Yang paling utama soal tugas-tugas saya di KPU," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Sebelumnya, KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Wahyu ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.

Tak hanya Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus tersebut. Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, mantan Caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful pihak swasta.

Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019. Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.

Wahyu diduga sudah menerima Rp600 juta dari permintaan Rp900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp400 juta. (mdk/fik)

Baca juga:
Kemenkum HAM Bentuk Tim Independen untuk Ungkap Fakta Kepulangan Harun Masiku
Diperiksa KPK, Sekjen PDIP Ungkap Alasan Ingin Harun Masiku Jadi Anggota DPR
Senyum Sekjen PDIP Seusai Diperiksa KPK
Simpang Siur Keberadaan Harun Masiku, Jokowi Ingatkan Menteri Hati-hati Bicara
Langkah Hasto Kristiyanto Penuhi Panggilan KPK Berdampak Baik untuk PDIP
Polri Klaim Telah Bentuk Tim Bantu KPK Buru Harun Masiku

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.