Jadi Tersangka, Anak Bupati Majalengka Tembak Kontraktor akan Diperiksa

PERISTIWA | 15 November 2019 12:12 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - IN, anak Bupati Majalengka, Karna Sobahi, yang melakukan penembakan terhadap seorang kontraktor akan menjalani pemeriksaan perdana hari ini. IN telah ditetapkan sebagai tersangka atas perbuatannya.

"Insya Allah klien kami datang hari ini setelah Salat Jumat," kata Penasihat hukum tersangka IN, Dadan Taufik. Demikian dikutip dari Antara, Jumat (15/11).

Pemeriksaan akan dilakukan di Satreskrim Polres Majalengka. Semula dijadwalkan pukul 09.00 WIB, namun minta diundur selepas Salat Jumat.

"Karena waktu Jumat kan pendek, jadi insyaallah datang setelah salat Jumat," ujarnya.

Ia memastikan kliennya akan kooperatif dalam menghadapi kasus yang sedang menjeratnya dan tidak akan mangkir ketika dipanggil untuk dimintai keterangan.

"Tidak ada kendala, namun hanya saja belum bisa sesuai undangan," tuturnya.

IN ditetapkan tersangka atas aksi penembakan dan kepemilikan senjata api. Polisi menjerat dengan pasal 170 KUHP juncto UU Darurat Nomor 12/1951.

Baca juga:
Anak Bupati Majalengka Ditetapkan Tersangka Kasus Penembakan
Polisi Tetapkan Anak Bupati Majalengka Sebagai Tersangka, Namun Belum Ditahan
Besok, Polisi Periksa Anak Bupati Majalengka Terkait Kasus Penembakan Kontraktor
Penembakan di Ruang Sidang, Tiga Orang Tewas di Thailand
Polisi Belum Tetapkan Tersangka Kasus Penembakan di Majalengka
Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Anak Bupati Majalengka Tembak Kontraktor
Bupati Majalengka soal Anaknya Kantongi Senjata: Dia Ketua Perbakin

1 dari 1 halaman

Serahkan Kasus Anaknya ke Polisi

Bupati Majalengka Karna Sobahi menyerahkan semua proses hukum yang menjerat anaknya ke pihak kepolisian. Ia membenarkan bahwa INA adalah anaknya yang menjabat sebagai Kabag Ekonomi dan Pembangunan di Pemkab Majalengka.

Sebagai pejabat publik, dia tidak akan melakukan intervensi mengenai kasus hukum yang diduga melibatkan anaknya.

"Sebagai keluarga (ayah), saya akan menghormati dan mengikuti proses hukum. Sebagai warga negara yang taat asas, akan selalu siap mengikuti dan menghargai proses hukum," kata Karna melalui pesan singkat, Selasa (12/11).

Meski begitu, ia memastikan bahwa tim kuasa hukum dari anaknya pun sedang mengupayakan pengumpulan informasi dan kronologis mengenai penembakan yang terjadi pada Minggu (10/11) lalu.

(mdk/lia)