Jadi Tersangka Suap Dana Hibah KONI, Imam Nahrawi Dicekal Sejak 23 Agustus

PERISTIWA | 19 September 2019 14:10 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang juga mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, telah ditetapkan tersangka kasus suap dan gratifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sejak Rabu 18 September 2019.

Namun, lembaga antirasuah itu sudah meminta pencekalan yang bersangkutan ke luar negeri sejak 23 Agustus 2019 kemarin. Hal ini diungkapkan oleh pihak Imigrasi.

"Sudah, dari tanggal 23 Agustus kemarin," ucap Kepala Subbagian Hubungan Imigrasi, Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Sam Fernando, kepada Liputan6.com, Kamis (19/9).

Dia menerangkan, masih kata dia, Imam dicekal 6 bulan setelah surat diterbitkan.

"6 Bulan sejak surat tersebut terbit," katanya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (IMR) sebagai tersangka kasus suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Imam diduga menerima uang melalui asisten pribadinya Miftahul Ulum (MIU) yang juga telah berstatus tersangka secara bertahap dengan total senilai Rp26,5 miliar.

Reporter: Putu Merta

Baca juga:
Roy Suryo Puji Imam Nahrawi Langsung Klarifikasi Setelah jadi Tersangka di KPK
Senyum Imam Nahrawi Pamit di Kemenpora Usai Ditetapkan Tersangka Suap
4 Lembaga Dapat WDP dari BPK, Salah Satunya Kemenpora
VIDEO: Jokowi Tanggapi Penetapan Tersangka Imam Nahrawi
Jawaban Jokowi Ditanya Pengganti Menpora Imam Nahrawi

(mdk/rhm)