Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20, Stadion Manahan Solo Harus Steril dari PKL

PERISTIWA | 27 Januari 2020 21:03 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Kota Solo akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia U-20, 2021 mendatang. Stadion Manahan bakal menjadi venue utama untuk kompetisi sepakbola junior tersebut.

Untuk kegiatan akbar tersebut, FIFA mensyaratkan sekitar venue harus steril dari aktivitas pedagang kaki lima, 6 bulan sebelum kegiatan. Padahal di sisi luar pagar stadion terdapat ratusan PKL yang sebagian besar berjualan makanan atau kuliner.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo (Rudy) mengatakan, aturan tersebut merupakan permintaan dari FIFA. Untuk itu, Pemkot Solo segera melakukan penataan kawasan sekitar Stadion Manahan. Shelter pedagang yang ada di utara dan barat harus ditutup.

"Pemkot Solo segera melakukan sosialisasi terkait permintaan PSSI maupun FIFA," ujar Rudy, Senin (27/1).

Untuk tahap awal, pihaknya akan mengumpulkan dinas-dinas terkait. Agar tak meresahkan pedagang, pihaknya akan mencarikan selama tidak berjualan di Manahan. Rudy belum mengetahui apakah mereka akan direlokasi atau mencari solusi lainnya.

1 dari 1 halaman

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Joni Hari Sumantri, menyampaikan, penataan kawasan Stadion Manahan dibagi menjadi tiga, yakni ring satu, ring dua dan ring tiga.

Ring satu yakni bagian utama Stadion Manahan yang digunakan untuk pertandingan. Kemudian ring dua ialah kawasan di luar stadion namun masih di dalam pagar Gelora Manahan. Serta ring tiga, di luar pagar stadion.

"Ring satu sudah tidak ada masalah, Stadion Manahan siap pakai. Untuk ring dua kita masih menunggu standar dari FIFA seperti apa. Tapi itu sudah siap dianggarkan di Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," jelasnya.

Sedangkan untuk ring tiga, atau luar pagar, lanjut Joni, akan dilakukan sterilisasi oleh Pemkot Solo.

"Kita masih akan berkoordinasi dengan dinas lain," kata dia.

Sejumlah PKL di selter Manahan mengaku belum mengetahui rencana tersebut. Seperti dikemukakan Surati, penjual ayam geprek di Jl KS Tubun. Ia memang mendengar akan ada renovasi shelter Manahan. Namun bukan untuk piala dunia.

"Belum dengar mas, kalau mau dipakai piala dunia. Kalau benar ya kita manut saja, asal dicarikan solusi," keluhnya. (mdk/rnd)

Baca juga:
Sidak ke Stadion Manahan, DPRD Solo Soroti Genangan di Lintasan Lari
Sambangi Stadion Manahan, FIFA Cek Persiapan Calon Tuan Rumah Piala Dunia U-20
Stadion Manahan Batal Diresmikan Jokowi di Peringatan Haornas
Pemkot Solo Ingin Gandeng Pihak Ketiga Kelola Stadion Manahan
Hampir Rampung, Stadion Manahan Siap Diresmikan saat Hari Olahraga Nasional
Menengok Kemegahan Stadion Manahan Solo Usai Direnovasi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.