Jadikan Daerah Religius, Sumsel Dirikan 1 Desa 1 Rumah Tahfiz

Jadikan Daerah Religius, Sumsel Dirikan 1 Desa 1 Rumah Tahfiz
Gubernur Sumsel Herman Deru. ©2019 Merdeka.com
PERISTIWA | 28 November 2019 22:03 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Provinsi Sumatera Selatan mendirikan satu desa satu rumah tahfiz. Targetnya menjadikan Bumi Sriwijaya sebagai lumbung penghafal Alquran dan daerah religius.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengungkapkan program itu berawal saat menjenguk ulama Sumsel sekaligus penghafal Alquran KH Nawawi Dencik Alhafidz yang terbaring di rumah sakit tahun lalu. Semangat pecinta Alquran itu diteladaninya sehingga terdorong menjadikan Sumsel sebagai lumbung penghafal Alquran.

"Saya ingin Sumsel menjadi daerah religius, melalui program satu desa satu rumah tahfiz menjadi salah satu cara mencapainya," ungkap Deru, Kamis (27/11).

Setiap berkunjung ke setiap daerah dengan agenda apapun, Deru mengaku program itu mendapat dukungan dari ulama dan tokoh masyarakat. Bahkan, mereka siap andil langsung dalam merealisasikannya, baik materi maupun sebagai pengajar.

"Alhamdulillah, luar biasa dukungan dari bawah. Semua ingin menjadikan anak-anak pecinta dan penghafal Alquran, searah dengan program kami," kata dia.

Menurut dia, dengan mencintai Alquran, terbentuk masyarakat religius beriman dan berakhlak mulia. Tatanan masyarakat yang baik juga akan mudah terbentuk karena memiliki basis keagamaan yang kuat.

"Kami tak ingin membangun fisik saja, spiritual juga harus dioptimalkan. Landasan yang kuat adalah keimanan dan keagamaan," ujarnya.

Sementara itu, Plt Karo Kesra Setda Sumsel M Iqbal Alisyahbana mengatakan, untuk memaksimalkan program itu, pihaknya membentuk Pengurus Lembaga Pembinaan Rumah Tahfidz di tingkat provinsi dan kabupaten kota. Program dan lembaga ini menjadi satu-satunya di Indonesia.

"Sumsel mengawali program satu desa satu rumah tahfiz. Kami ingin program ini terkoordinir dan terstruktur dengan baik," kata dia.

Dia mengatakan, lembaga tersebut juga dapat menampung aspirasi setiap pengelola rumah tahfiz yang ada, sekaligus mengontrol kegiatannya. "Kita akan lakukan pendataan setiap rumah tahfiz yang sudah ada agar bisa dikonsolidasikan dengan program ini," pungkasnya. (mdk/lia)

Baca juga:
Ngobeng, Tradisi Khas Palembang yang Semakin Tergerus Zaman Kekinian
Komunitas Tasawuf Underground di Tebet Ajak Anak Punk Mengaji
Lantunan 2 hafiz cilik asal Indonesia bikin haru warga muslim Rusia di MTQ Moscow
Kisah persahabatan Ela dan Suster Edita, harmoni dalam perbedaan
15 Tahun menabung, tukang becak di Subang akhirnya berangkat haji
Warga Tanah Datar diminta mengaji usai Magrib dan matikan televisi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami