Jaga Identitas Wisata Alam, Pemkab Banyuwangi Akan Pasang CCTV di Tempat Karaoke

PERISTIWA » BANYUWANGI | 10 April 2019 15:17 Reporter : Ulil Albab

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bakal memasang alat perekam CCTV di tempat-tempat hiburan yang menyediakan fasilitas karaoke. Hal ini dilakukan untuk memantau hal-hal yang menyimpang dari Peraturan Daerah (Perda), bahwa hiburan karaoke hanya diperbolehkan untuk kalangan keluarga, pembatasan jam buka, hingga prostitusi terselubung.

Pemasangan CCTV di lokasi hiburan karaoke, akan dilakukan Pemkab Banyuwangi berkolaborasi dengan Forum Pimpinan Daerah (Forpimda). Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan, pemasangan CCTV dilakukan untuk kepentingan jaga panjang. Pihaknya telah lama membangun Banyuwangi menjadi destinasi wisata alam, wisata sunyi, dan bukan wisata hiburan malam.

"Ada usulan, ada penolakan dari salah satu tempat hiburan yang menolak dipasang cctv. Ini untuk memantau keluar masuknya tamu, dan jam bukanya melanggar tidak. Terima kasih, solusi-solusi banyak dari Forpimda. Ini untuk mendorong wisata alam di Banyuwangi terus bangkit, dan menjadi identitas di Banyuwangi," kata Anas usai melakukan rapat bersama Forpimda di Pendopo Sabhwa Swagata Blambangan, Banyuwangi, Rabu (10/4).

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Daerah, Kabupaten Banyuwangi, Choiril Ustadi Yudawanto mengatakan, telah ditemukan 4 tempat karaoke di Banyuwangi yang ditemukan menyalahi aturan Perda.

"Karaoke, ada sebagian yang tidak patuh, masukan banyak dari masyarakat, aparat, yang tidak patuh ada 4-an. Perdanya ini kan karaoke keluarga, kalau dipakai untuk kepentingan yang lain, ini kan mencederai perda yang ada," katanya.

Pemasangan CCTV ini, katanya, untuk mengantisipasi beberapa pelanggaran dalam Perda diantaranya seperti jam buka melebihi ketentuan hingga penyanyi karaoke dengan berpakain tidak sesuai aturan Perda.

"Baik dari jam operasional, kalau jam karaoke ini kan 22.30 WIB, harapannya, 30 menit untuk preper persiapan, jam 23.00 tutup. Tapi kami temukan ada yang buka sampai jam 3 pagi, alasannya tamunya baru datang jam 12 malam, kalau menurut aturan kan tidak boleh. Termasuk tidak diizinkan minum alkohol, sedang kita kaji, untuk karaoke keluarga agar tidak ada alkohol, masak karaoke keluarga ada minuman alkohol, kemudian kami temukan pakaian yang dipakai sangat minimalis, ini harus diluruskan, biar sesuai kaidah Perda," paparnya.

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi Kelas IA, Purnomo Amin Tjahjo, yang turut hadir dalam rapat Forpimda menambahkan, pemasangan CCTV tidak hanya di bagian luar, tapi juga di dalam ruangan, dan semua Forpimda bisa memantau.

"Karaoke keluarga peruntukannya, nanti lokasi karaoke akan di pasang CCTV. Biar keluar masuknya tamu bisa terpantau..nanti terkoneksi lewat aplikasi, dan semua bisa memantau," katanya.

(mdk/hhw)