Jaksa Agung Harap Nama yang Direkomendasi Terpilih jadi Pimpinan KPK, Ini Alasannya

PERISTIWA | 22 Juli 2019 11:23 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Panitia Seleksi (Pansel) calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Capim KPK) akan mengumumkan kandidat yang lolos uji kompetensi, Senin (22/7/2019).

Jaksa Agung HM Prasetyo berharap nama-nama yang pernah direkomendasikan untuk maju sebagai calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa memperoleh hasil yang baik sehingga terpilih menjadi pimpinan KPK periode mendatang.

"Harapan kita tentunya mereka nanti akan berhasil lolos dalam seleksi uji kompetensi capim KPK supaya di sana apa Kejaksaan memberikan arah yang benar tentang kinerja KPK," kata HM Prasetyo di Lapangan Upacara Badan Diklat Kejaksaan RI Jalan Harsono RM. Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

Menurut, Prasetyo KPK harus ditangani oleh orang-orang yang mempunyai latar belakang di bidang hukum.

"Kalau tidak, tentunya mereka akan banyak sekali waktu yang terbuang harus belajar dan sebagainya termasuk penghayatan," kata dia.

Prasetyo pun menampik terkait tundingan kehadiran Jaksa atau kepolisian di struktur kepemimpinan bakal merusak marwah KPK. Ia menjamin KPK akan jauh lebih baik.

"Kalau ada pihak yang mengatakan jaksa dan polisi jangan masuk ke sana. Apa alasannya tidak boleh masuk ke sana. Apa dikira dengan masuknya jaksa dan polisi itu, KPK akan menjadi rusak. Tidak justru akan lebih baik," ucap dia.

Jaksa Agung HM Prasetyo merekomendasikan lima jaksa untuk mendaftar menjadi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lima jaksa tersebut yakni Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus-Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan Sugeng Purnomo, Direktur Tata Usaha Negara pada Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Johanis Tanak

Kemudian Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah M Rum, Kepala Pusat Diklat Manajemen dan Kepemimpinan pada Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI Ranu Mihardja, dan Koordinator pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung Supardi.

Belakangan, Muhammad Rum tak ikut uji kompetensi yang digelar Kamis kemarin, jaksa tersebut tidak hadir karena sedang haji.

(mdk/ded)