Jaksa Agung: Hukuman Mati Koruptor Upaya Maksimal Pemberantasan Korupsi

Jaksa Agung: Hukuman Mati Koruptor Upaya Maksimal Pemberantasan Korupsi
Jaksa Agung ST Burhanuddin. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 26 Januari 2022 20:06 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin menegaskan hukuman mati bagi koruptor untuk menimbulkan efek jera. Selain itu, hukuman mati merupakan bentuk manifestasi upaya maksimal dalam pemberantasan korupsi di Indonesia.

Ia menilai jerat hukum yang selama ini dijatuhkan kepada para koruptor tidak menimbulkan efek jera. Malah, koruptor baru justru tumbuh silih berganti dimana-mana.

"Ini (korupsi) selayaknya fenomena gunung es. Korupsi di Indonesia adalah fenomena gunung es, dimana ribuan perkara sudah diungkap dan ribuan pelaku korupsi sudah dipidana," kata Jaksa Agung, Rabu (26/1).

"Namun, justru kualitas dan tingkat kerugian negara semakin meningkat, sehingga hal ini perlu direnungkan bersama-sama adalah ternyata dengan pola sanksi pidana yang telah dikenakan pada para koruptor tersebut hanya menimbulkan efek jera bagi para terpidana," katanya.

Tetapi tidak bagi mereka yang masih melakukan praktik korup di luar sana."Perlu dipikirkan efek jera yang bagaimana yang dapat menjadi warning. Yang efektif bagi masyarakat untuk tidak melakukan perbuatan korup," tegasnya.

Untuk itu, Jaksa Agung mengimbau agar aparat penegak hukum mempertimbangkan instrumen pidana yang akan diterapkan. "Instrumen pidana yang merupakan jenis pemidanaan terberat," tegasnya. (mdk/rhm)

Baca juga:
Kejagung Periksa 4 Saksi Kasus Dugaan Korupsi PT Asuransi Jiwa Taspen
Kasus Suap dan TPPU, KPK Tahan Mantan Bupati Buru Selatan
Jaksa Agung Soal Vonis Nihil Terdakwa Asabri: Bayangkan Rugi Rp22 T Tak Dihukum
KPK Tetapkan Eks Bupati Buru Selatan Tersangka Korupsi dan Pencurian Uang
Ketua KPK Tanggapi Demokrat: Tak Ada Perkara Korupsi yang Disembunyikan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami