Jaksa Agung nilai aset First Travel diambil untuk negara sebuah kesalahan

PERISTIWA | 16 Juli 2018 17:51 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Jaksa Agung HM Prasetyo menilai ada yang salah dari keputusan majelis hakim terkait barang bukti di kasus first travel. Kata dia, seharusnya, barang bukti dari kasus first travel dikembalikan korban kasus tersebut.

Ucapan Jaksa Agung ini menjawab pertanyaan dari anggota Komisi III DPR Erwin Tobing. Dia mempertanyakan aset First Travel yang dirampas untuk negara.

"Mengenai masalah barang bukti itu memang saya sendiri menilai kesalahan putusan karena JPU pun dalam tuntutannya ini minta supaya dikembalikan ke yang berhak," kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (16/7).

"Meskipun kita katakan agak aneh putusannya karena bagaimanapun uang-uang itu terkumpul dari para si masyarakat akan berangkat," sambungnya.

Prasetyo menjelaskan, kala itu pihaknya sudah mengirimkan jaksa senior untuk menangani kasus tersebut. Dia pun juga sudah mengingatkan pada Jaksa Agung muda untuk membuat tim verifikasi terkait barang bukti.

"Sejak awal saya sampaikan ke Jampidum ini keliru karena kita harus upaya hukum, karena masalahnya berkenaan dengan barang bukti saya sudah sampaikan ini putusan keliru khususnya berkenaan masalah putusan tentang barang bukti," ungkapnya.

Kejaksaan, kata Prasetyo, juga akan menelusuri selisih barang bukti dari aset First Travel. Sebab, pihaknya tidak menangani kasus tersebut secara langsung.

"Mengenai selisih jumlah 900 item menjadi 500 item saya pikir nanti kita akan telusuri. Kita sepenuhnya menerima dari hasil penyidikan kami tidak menangani kasusnya," ucapnya. (mdk/eko)

Baca juga:
Jaksa banding vonis bos First Travel, fokusnya bukti yang disita negara
Aset First Travel diklaim ada Rp 300 miliar, JPU tantang pengacara buktikan
JPU minta pengacara bos First Travel jangan giring opini tentang aset
Soal aset, pengacara bos First Travel nilai ada kejanggalan di dakwaan & tuntutan
Alasan bos First Travel ajukan banding
Pemerintah jangan lupakan ganti rugi jemaah First Travel gagal berangkat

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.