Jaksa Agung: Para terpidana mati berusaha ulur waktu

Jaksa Agung: Para terpidana mati berusaha ulur waktu
Menkumham dan Jaksa Agung rapat kerja dengan Komisi III DPR. ©Liputan6.com/Johan Tallo
PERISTIWA | 28 September 2018 16:59 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Jaksa Agung HM Prasetyo belum bisa memastikan eksekusi terpidana mati dilakukan. Prasetyo menyebut para terpidana mati tengah mengulur waktu eksekusi dengan menggunakan hak hukum mereka.

"Mereka semuanya itu berusaha untuk mengulur waktu. UU memberikan peluang untuk itu," ujar Prasetyo di Kompleks Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (28/9).

Mahkamah Konstitusi sendiri memberikan peluang para terpidana menguji vonis melalui Peninjauan Kembali (PK) lebih dari satu kali. Selain itu, tidak adanya batas waktu pengajuan grasi juga menjadi kendala tersendiri bagi pelaksanaan eksekusi mati.

"Ini yang menjadi masalah kendala kita. Ini bahkan ada satu yang jelas-jelas dia pura-pura sakit ingatan pun, setelah kita eksekusi ada juga yang mau menggugat kita. Yang jelas dia bandar narkoba dari luar negeri," kata Prasetyo.

Prasetyo menilai eksekusi hukuman mati lebih baik dilakukan segera. Pihaknya juga tidak mau merampas hak hukum para terpidana. Karena itu, dia belum bisa mengambil kesimpulan soal pelaksanaan eksekusi mati.

"Ya kita akan tunggu seperti apa kelanjutannya nanti. Kita harapkan ya lebih cepet lebih baik lah," ucapnya.

Dia memastikan pelaksanaan eksekusi hukuman mati tidak ada kaitannya dengan tahun politik. Kejagung akan mengeksekusi terpidana mati setelah segala aspek yuridis tuntas.

"Tergantung situasinya dan juga aspek yuridisnya seperti apa. Kalau semua hak hukumnya udah terpenuhi, ya kita baru bisa pertimbangkan untuk teknis pelaksanaannya," Prasetyo menandaskan.

Sebelumnya, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Heru Winarko meminta kepastian waktu pelaksanaan hukuman mati terpidana kasus narkoba. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir peredaran narkoba lewat lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Berdasarkan catatan BNN, setidaknya ada 91 terpidana mati kasus narkoba yang tengah menunggu eksekusi. Bahkan ada pula terpidana mati yang masih nekat mengendalikan bisnis narkoba dari dalam penjara.

Reporter: Nafiysul Qodar
Sumber: Liputan6.com (mdk/noe)

Baca juga:
2 Penyelundup 100 kg sabu dari Penang-Medan dituntut hukuman mati
BNN minta kepastian waktu eksekusi mati terpidana kasus narkoba
Iran hukum gantung sembilan pria pelaku pemerkosaan massal
Mesir hukum mati 75 orang karena terlibat demo pada 2013
Pemimpin Turki sepakat berlakukan kembali hukuman mati bagi teroris
Bicara HAM masa lalu, Jokowi lupa 7 hal dalam pidato kenegaraan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami