Jaksa Agung Perintahkan Jaksa Intelijen Kawal Program Pemulihan Ekonomi Nasional

Jaksa Agung Perintahkan Jaksa Intelijen Kawal Program Pemulihan Ekonomi Nasional
PERISTIWA | 11 Juli 2020 15:17 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Jaksa Agung Burhanuddin memerintahkan seluruh jaksa mengoptimalkan kualitas kerjanya untuk mengamankan dan menyukseskan jalannya Program Pemulihan Ekonomi Nasional (Program PEN).

"Aktif melakukan pengawalan dan pendampingan guna mendukung pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (Program PEN) dan Perubahan Postur APBN 2020 secara profesional dan proporsional," ujar Burhannudin saat memberikan arahan kepada para jaksa bertempat di Aula Kejaksaan Tinggi Bali di Denpasar, Kamis 9 Juli 2020. Dikutip Antara, Sabtu (11/7).

Burhanuddin dalam kesempatan itu meminta kepada para jaksa khususnya bidang intelijen untuk menciptakan kondisi yang sinergis antar berbagai pihak dalam upaya mendukung terciptanya iklim investasi yang sehat dan kondusif.

Bidang intelijen juga diharapkan saat melaksanakan perannya dalam pendekatan pencegahan tindak pidana korupsi tidak kontraproduktif dengan upaya untuk mengamankan dan menyukseskan jalannya Program Pemulihan Ekonomi Nasional (Program PEN).

Burhanuddin meminta adanya tindakan preventif terhadap masalah-masalah hukum yang kiranya telah terdeteksi sejak dini.

"Jangan menunggu masalah yang ada mengemuka kepermukaan, lalu menimbulkan kegaduhan," kata dia.

Sementara untuk bidang perdata dan tata usaha negara, Burhanuddin menekankan perlunya peningkatan kualitas dan profesionalisme Jaksa Pengacara Negara (JPN). JPN diharapkan sejalan dengan animo para pemangku kebijakan yang membutuhkan kehadirannya dalam melaksanakan tugas-tugas mereka, yang utamanya dalam konteks Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

JPN diminta untuk proaktif melakukan pendampingan, khususnya untuk refocussing anggaran penanganan Covid-19.

Pendampingan dan pemberian pendapat hukum harus berlandaskan profesionalisme dan prinsip kehati-hatian.

Jangan sampai tugas dan kewenangan tersebut dijadikan pembenaran dan menjadi tempat berlindung pihak-pihak tertentu.

"Saya juga mengimbau optimalkan fungsi legal audit untuk memonitor peraturan daerah yang diduga menghambat investasi dan kemudahan berusaha," tegasnya.

Sementara di bidang pengawasan Ia mengimbau JPN memberikan kontribusi positif secara konsisten dan berkesinambungan dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Burhannuddin mengharapkan penegakan hukum yang bermartabat dan terciptanya keseimbangan antara kepastian hukum dan kemanfaatan hukum dapat mendorong Indonesia segera pulih sebagaimana tujuan yang diharapkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

"Laksanakan tugas, fungsi, dan kewenangan yang dimiliki secara optimal, profesional, proporsional, dan akuntabel serta berlandaskan pada hati nurani sehingga manfaat dari penegakan hukum dapat dirasakan oleh masyarakat secara adil," tutupnya. (mdk/gil)

Baca juga:
Pemerintah Bakal Beri Modal Kerja Rp2,4 Juta Bagi Pelaku Usaha Kecil Ultra Mikro
Dana PEN UMKM Terancam Tak Terserap Sempurna Karena Minimnya Akses UKM Ke Perbankan
Stimulus UMKM Dikritik, Hanya Indah Dalam Pembahasan
Luhut Sebut Pandemi Buat Dunia Lebih Perhatikan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi
BTN Dapat Penempatan Dana Rp5 Triliun, Siap Disalurkan untuk KPR
Realisasi Dana PEN Sektor KUMKM per 9 Juli Capai Rp8,42 Triliun

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami