Jaksa Agung Tanggapi Pengakuan Pengancam Jokowi: Makanya Hati-Hati Bicara

Jaksa Agung Tanggapi Pengakuan Pengancam Jokowi: Makanya Hati-Hati Bicara
PERISTIWA | 17 Mei 2019 16:03 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Jaksa Agung HM Prasetyo menanggapi kasus Hermawan Susanto alias HS (25), pria pengancam penggal kepala Presiden Jokowi. Prasetyo meminta masyarakat agar hati-hati berbicara.

"Makanya hati-hati bicara itu," kata Prasetyo kepada wartawan di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Jumat (17/5).

Mengancam memenggal kepala presiden, lanjutnya, sama dengan makar. "Baca 104 KUHP, jelas di situ mengancam memenggal. Bahwa kemudian mengatakan dia khilaf, atau menyesal ya itu konsekuensi dari apa yang dilakukan khilaf kok berulang kali disampaikan 'saya akan penggal siap Jokowi dipenggal lehernya demi Allah', itu kan tidak ada khilaf di situ, sengaja diucapkan sengaja dilakukan niatnya seperti itu," bebernya.

Jika bercanda dan khilaf, Prasetyo mempertanyakan pelaku yang mengucapkan itu berulang kali.

"Sambil guyon sekali bisa khilaf ini berulang kali disampaikan. Bahkan bersumpah demi Allah. Ini yang kita lihat rekaman yang viral. Berdalih khilaf atau menyesal ya semua sudah terjadi, istilah hukumnya, delik sudah selesai. Tinggal penyidik mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan unsur-unsur pasal dituduhan dari situ jaksa menilai lagi kalau memang layak diteruskan kami limpahkan ke pengadilan kita serahkan keputusan hakim. Tidak ada obral-obralan pasal makar, semua berangkat dan bukti yang ada," tegasnya.

Sebelumnya, beredar sebuah rekaman video memperlihatkan seorang wanita berdemo di depan Kantor Bawaslu pada Jumat (11/5) kemarin. Tak lama, muncul seorang pria menyebut 'penggal kepala Jokowi' dalam video itu.

Dalam video berdurasi 1.34 detik yang diterima merdeka.com, terlihat lelaki berjaket cokelat dan berpeci menyerukan supaya memenggal kepala Presiden Joko Widodo.

Ketua Umum Relawan Jokowi Mania Immanuel Ebenezer sudah melaporkan pria dalam video viral yang ingin memenggal kepala Presiden Joko Widodo ke Polda Metro Jaya, Jakarta pada Sabtu (11/5) sore. (mdk/rhm)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami