Jaksa Bantah Pledoi Djoko Tjandra Soal Locus Delicti & Konsultan Fee ke Pinangki

Jaksa Bantah Pledoi Djoko Tjandra Soal Locus Delicti & Konsultan Fee ke Pinangki
Djoko Tjandra Disidang Pinangki. ©2020 Merdeka.com
NEWS | 22 Maret 2021 14:16 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Jaksa membantah beragam argumen terdakwa Djoko Sugiarto Tjandra alias Djoko Tjandra dalam nota pembelaan atau pleidoi perkara penghapusan Red Notice dan Pengurusan Fatwa Mahkamah Agung (MA). Hal itu disampaikan jaksa di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (22/3) dengan agenda replik atas pleidoi dari terdakwa.

Pertama soal bantahan atas klaim dari Djoko Tjandra yang sebut tuntutan jaksa tidak sesuai locus delicti karena dilakukan di Malaysia.

"Pertama pemberian uang Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo melalui Tommy Sumardi yang masing-masing diberikan di ruang kerja Irjen Napoleon Bonaparte di gedung TNCC Mabes Polri di Jakarta," kata jaksa.

Jaksa menyakini, apabila penyerahan sejumlah uang yang dilakukan Djoko Tjandra di Indonesia terlaksana pada 28 April 2020 sebesar 200 ribu dolar Singapura, 29 April 2020 USD 100 ribu, lalu 4 Mei 2020 USD 150 ribu dan USD70 Ribu.

"Pemberian uang Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon diberikan oleh Djoko Tjandra melalui Tommy Sumardi diberikan di dekat area parkir gedung TNCC Mabes Polri sebesar USD50 ribu dan di ruang kerja Prasetijo di Bareskrim polri sebesar USD50 ribu," katanya.

Selain itu, jaksa memperkuat bantahan terkait locus delicti soal uang pemberian USD500 ribu melalui adik iparnya Almarhum Herriyadi Angga Kusuma kepada Andi Irfan Jaya untuk pengurusan Fatwa di Mahkamah Agung (MA), juga diserahkan di Indonesia.

"Sedangkan. Untuk pemberian uang sebesar 500 ribu dolar As dari Djoko yang diberikan melalui Herriyadi Angga Kusuma kepada Andi Irfan jaya yang kemudian diserahkan kepada Pinangki bertempat di mall Senayan City tanggal 26 November 2019," katanya.

"Sehingga kami berpendapat terkait pembelajaran yang menyatakan bahwa locus delicti yang disampaikan terdakwa di Malaysia adalah kekeliruan," tambahnya.

Baca Selanjutnya: Klaim Djoko Soal Konsultan Fee...

Halaman

(mdk/ray)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami