Jaksa Tuntut Ratna Sarumpaet 6 Tahun Penjara, Ini Alasannya

PERISTIWA | 28 Mei 2019 15:36 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Aktivis Ratna Sarumpaet dituntut 6 tahun kurungan penjara atas kasus penyebaran berita bohong atau hoaks. Jaksa menilai terdakwa Ratna sengaja membuat keonaran di masyarakat.

"Menuntut agar majelis hakim menyatakan terdakwa Ratna Sarumpaet terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan menyiarkan berita bohong. Dan menuntut pidana terhadap terdakwa 6 tahun dikurangi tahan sementara. Dan memerintahkan tetap ditahan," kata Koordinator Jaksa Penuntut Umum (JPU), Daroe Tri Sadono, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (28/5).

Daroe Tri Sadono mengatakan, Ratna telah melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Menurut Daroe, berita bohong yang disebarkan oleh terdakwa tentang peristiwa penganiayaan yang diperkuat dengan foto atau gambar wajah yang lebam, serta bengkak mendapat reaksi dari beberapa kalangan masyarakat, hingga menyebabkan kegaduhan, keributan atau keonaran di kalangan masyarakat baik di media sosial, media elektronik dan juga terjadinya demonstrasi.

Disebutkan Daroe antara lain dari Dr. Rizal Ramli. Dalam akun twitternya memberikan kicauan (tweet) pada tanggal 1 Oktober 2018 pukul 22.00 WIB yang isinya

"Ratna Sarumpaet @RatnaSpaet semalam dipukuli sehingga babak belur oleh sekelompok orang. Ratna cerdas, kritis dan outspoken, tapi tindakan brutal & sadis tsb tidak dapat dibiarkan Tlng tindak @BareskrimPolri. Penghinaan terhadap demokrasi kok beraninya sama ibu2? @halodetikcom.

Juga Mardani Ali Sera yang memberikan kicauan (tweet) pada tanggal 1 Oktober 2018 pukul 21.52 WIB.

Pemukulan Ratna Sarumpaet bencana demokrasi dan kemanusiaan. ini penghinaan terhadap pancasila, menginjak2 pemerintah yang demokratis, Munir & Novel Baswedan belum selesai, sekarang @RatnaSpaet TolakKekerasangayaPKITwitter.com/LawanPolitikJW "MardaniRatna Sarumpaet. Dianiaya untuk Dibungkam".

Selain itu, pada Selasa 3 Oktober 2014 di Jalan Gatot Subroto samping Polda Metro Jaya Jakarta Selatan juga ada unjuk rasa yang mengatasnamakan Lentera Muda Nusantara. Mereka menuntut dan mendesak kepolisian untuk menangkap pelaku penganiayaan terhadap saudara Ratna Sarumpaet. Kedua, kepolisian harus tegas tangkap dan adil.

Sedangkan, di tempat lain masyarakat kota Bandung juga memberikan reaksi berupa tuntutan kepada terdakwa untuk menyatakan permintaan maaf kepada masyarakat kota Bandung sebagaimana antara lain terdapat pada media online di antaranya Tribunnews edisi Rabu 3 Oktober 2016 pukul 19.47 WIB dengan judul berita Ridwan Kamil ingin Ratna Sarumpaet minta maaf juga kepada masyarakat Bandung. (mdk/lia)

Baca juga:
Hadapi Sidang Tuntutan, Ini Harapan Ratna Sarumpaet
Menanti Tuntutan Kasus Penyebar Hoaks Ratna Sarumpaet
10 Jam Diperiksa, Hanum Rais Dicecar 20 Pertanyaan soal Ratna Sarumpaet
Ratna Sarumpaet ke Majelis Hakim: Publik Figur Boleh Bohong
Ratna Sarumpaet ke Majelis Hakim: Publik Figur Boleh Bohong
Jawaban Berubah-ubah, Ratna Sarumpaet Disemprot Hakim
Jaksa Tanya Ratna: Setan Saudara Sebutkan Saat Konpers Memiliki Identitas?
Ekspresi Terdakwa Ratna Sarumpaet Saat Jalani Sidang Lanjutan

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.