Jaksa Ungkap Perjalanan Djoko Tjandra ke Jakarta Urus PK Hingga Peran Prasetijo

Jaksa Ungkap Perjalanan Djoko Tjandra ke Jakarta Urus PK Hingga Peran Prasetijo
Djoko Tjandra. ©ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
NEWS | 13 Oktober 2020 15:36 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Di tengah persembunyiannya setelah menjadi buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali, Djoko Tjandara, pernah terdeteksi kembali ke Tanah Air pada Juni 2020 silam. Dalam sidang dakwaan kasus surat jalan palsu, jaksa menyebut Djoko Tjandra sempat berada di Jakarta selama dua hari terkait peninjauan kembali (PK) atas kasusnya.

Jaksa Yeni Trimulyani menjelaskan kedatangan Djoko Tjandra di Jakarta karena usulan PK yang didaftarkan pengacaranya, Anita Kolopaking, ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, ditolak.

"Namun permintaan pendaftaran tersebut ditolak oleh pihak Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, sesuai dengan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 1 tahun 2012 . Di mana pemohon (Djoko Tjandra) harus hadir sendiri untuk mendaftarkan permohonannya," kata Jaksa Yeni dalam persidangan virtual yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Selasa (13/10).

Atas hal itu, Djoko Tjandra meminta Anita Kolopaking untuk mengatur kedatangannya ke Jakarta sehingga dapat mengurus pendaftaran PK dengan catatan tanpa diketahui petugas.

Sebab, Djoko Tjandra merasa takut di saat keberadaannya diketahui akan langsung diadili atas status hukumnya yang telah masuk berstatus daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus hak tagih Bank Bali sejak 2009 pada sistem pencegahan di Direktorat Jenderal Imigrasi.

Guna memuluskan perjalanannya dari Malaysia ke Jakarta pada tanggal 19 Juni 2020, Djoko Tjandra meminta kepada Anita Kolopaking untuk menghubungi Brigjen Brigjen Prasetijo Utomo untuk mempersiapkan kedatangan kliennya ke Jakarta.

Kemudian, Brigjen Prasetijo Utomo melalui saksi Jhony Ardijanto menginformasikan nomor telepon saksi Jumardi yang akan membantu terdakwa Djoko Tjandra saat berada di Bandar Udara Supadio Pontianak sebelum menuju Bandara Halim Persada Kusuma, Jakarta.

"Kemudian setelah mendapatkan nomor Jumardi, maka terdakwa Djoko Tjandra menghubungi saksi Jumardi dan mengirimkan elektronik tiket atas nama Joko Sugiarto Tjandra yang akan berangkat besok harinya (20 Juni 2020)," kata Jaksa Yeni.

Pada 20 Juni 2020, Djoko Tjandra berangkat dari Pontianak ke Jakarta dengan menggunakan penerbangan komersil dan proses keberangkatan dibantu oleh Jumardi, seperti mendampingi check in, pemeriksaan, dan boarding.

"Terdakwa Djoko Tjandra menghubungi Anita Kolopaking guna memberitahukan bahwa ia sudah berada di rumahnya di Jakarta," jelasnya.

Diketahui berdasarkan bacaan dakwaan oleh Jaksa sejak 20 Juni terdakwa Djoko Tjandra sudah berada di Jakarta. Lalu pada 22 Juni lah pertemuan antara Djoko dan Anita dilakukan untuk mengurus paspor di kantor Imigrasi Jakarta Utara dan menyerahkan surat jalan, surat keterangan pemeriksaan Covid-19, dan beberapa berkas untuk PK.

"Setelah urusan paspor selesai Djoko Tjandra langsung kembali ke Malaysia melalui Pontianak," terangnya.

Sebelumnya, Terdakwa Djoko Tjandra, Anita Kolopaking dan Brigjen Prasetijo Utomo dihadirkan secara daring dalam persidangan yang digelar di PN Jakarta Timur. Persidangan perkara surat jalan palsu ini digelar secara terpisah.

Ketiga terdakwa didakwa melanggar Pasal 263 ayat 1 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP dan Pasal 263 ayat 2 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

(mdk/lia)

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami