Jalan Ambles di Siak, Arus Kendaraan Dialihkan ke Jalur Alternatif

PERISTIWA | 7 November 2019 22:15 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Jalan nasional dari Pekanbaru menuju Pelabuhan Tanjung Buton Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, Provinsi Riau ambles sekitar lima meter, Kamis (7/11). Peristiwa tersebu terjadi saat truk perusahaan yang mengangkut cangkang sawit melintasi jalan aspal tersebut.

Gubernur Riau Syamsuar saat dihubungi merdeka.com enggan memberikan komentar soal jalan ambles itu. Bahkan pesan WhatsApp juga tidak dibalas meskipun dibaca. Padahal jalur tersebut penting bagi aktivitas perekonomian masyarakat.

Penanganan amblesnya jalan itu dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Pemerintah Kabupaten Siak. Kadis PU Siak, Irving Kahar Arifin mengaku sudah melakukan solusi agar jalan menuju pelabuhan strategis itu tetap bisa dilalui. Dia menurunkan tim ke lokasi sejak pagi tadi.

"Untuk sementara waktu, kendaraan dialihkan ke jalan alternatif ke Kecamatan Sungai Apit. Alat berat kami langsung bekerja sejak pagi tadi," kata Irving kepada merdeka.com.

Meski demikian, Pemkab Siak dan Kepolisian melarang truk bertonase berat melintas. Sebab truk itu yang menjadi penyebab jalan ambles. Karena dominan truk melebihi kapasitas di atas 50 ton.

"Jalan alternatif ini jalan kabupaten hanya kemampuan dilintasi 8 ton. Truk yang tenggelam itu tonase di atas 50 ton, makanya tadi malam jadi ambles," ucap Irving.

1 dari 2 halaman

Awal Mula Jalan Ambles

Menurutnya, Kasatker pembangunan jalan nasional 2 medan telah membuat usulan untuk dikaji ulang oleh Kementerian PUPR terhadap solusi penanganan. Karena jalan yang sudah dibangun oleh PT MUK, juga mulai terjadi penurunan.

"Kejadian awalnya Rabu tadi malam jam 20.30 WIB, mobil perusahaan yang membawa cangkang dengan muatan 50 sampai 58 ton terperosok di jalan tersebut dan tidak bisa bergerak. Bahkan cenderung semakin terbenam," beber Irving.

Dari hasil di lapangan, pihaknya membuat penanganan dengan dua opsi. Yaitu opsi jangka pendek dengan membuat jalan sementara di bahu jalan sebelah ROW jalan nasional, sedangkan opsi kedua dilaporkan ke pemerintah pusat untuk ditangani secara permanen.

"Ada sebagian tanah keras, karena kan tidak semuanya aliran sungai. Nah jalan yang di sebelahnya itu tadi kami bersihkan dengan alat berat, supaya kendaraan bisa melintas," jelas Irving.

Irving menyebutkan, struktur jalan yang ambles itu dulunya aliran sungai yang ditimbun jadi jalan. Sudah puluhan tahun lalu, dibangun oleh PT Caltex, perusahaan minyak yang dikelola pihak asing.

Jalur sungai itu memang debit airnya tidak deras seperti sungai lainnya. Kemudian pada zaman dulu, sungai yang mengarah ke Danau Naga Sakti itu justru ditimbun dan dipermak sedemikian rupa hingga menjadi jalan lintas.

2 dari 2 halaman

Truk Muatan Cangkang Sawit Penyebab Jalan Ambles

Irving mengatakan, sebelum jalan itu ambles, sudah ada tanda ketika jalan itu digenangi air. Irving yang langsung melihat ke lokasi, mengatakan truk pengangkut cangkang itu salah satu penyebab tanah itu ambles.

"Akhir-akhir ini musim hujan, sehingga membuat tanah bekas timbunan itu mudah ambles. Truk itu muatannya 50 ton, lalu melintasi jalan itu dan terperosok di atas tanah bekas aliran sungai, lalu perlahan-lahan ambles," ucap Irving.

Kedalaman tanah yang ambles hanya sekitar lima meter. Namun untuk panjang jalan yang terdampak mencapai 100 meter. Sedangkan tanah gambut di sana dalamnya mencapai 10 meter.

"Truk tenggelam di kedalaman 5 meter. Bisa lebih dari itu, karena kedalaman timbunan itu sampai 10 meter. Sampai sekarang masih terus bergerak ke dalam," kata Irving.

Sekitar 1 minggu yang lalu, kata Irving, penurunan jalan sudah terasa, dipicu juga dengan curah hujan yang cukup besar.

Kasat Lantas Polres Siak AKP Birgitta Atvina Wijayanti mengatakan, amblesnya tanah itu terjadi sejak Rabu (6/11) malam hingga keesokan paginya. Ketika itu, truk angkutan cangkang sedang terparkir di atas tanah karena sedang rusak.

"Truk itu sedang mogok, ditinggal pergi oleh sopirnya. Lalu tiba-tiba tanahnya ambles, berangsur-angsur sejak tadi malam jam 10, sampai pagi tadi," kata Gita. (mdk/cob)

Baca juga:
VIDEO: Sempat Dikira Tertimpa Meteor, Ini Penyebab Jalan Ambles di Riau
Kadis PU Siak: Tanah Ambles Bukan Karena Meteor, Tapi Jalan Bekas Sungai
Warga Lihat Benda Diduga Meteor Jatuh Sebelum Tanah Amblas 43 Meter di Siak
Sudah 5 bulan, Turap Ambrol di Serpong Tak Juga Diperbaiki
Underpass Kentungan Yogya Ambles, DPRD Sebut Petugas Proyek Lalai
Jalan Underpass Kentungan Ambles Diduga karena Dilintasi Kendaraan Berat