Jalanan Purwokerto Disemprot Disinfektan, Perantau yang Mudik Diminta Isolasi Diri

Jalanan Purwokerto Disemprot Disinfektan, Perantau yang Mudik Diminta Isolasi Diri
PERISTIWA | 26 Maret 2020 19:38 Reporter : Abdul Aziz

Merdeka.com - Menurunkan kecemasan sosial akibat pandemi corona sekaligus menekan potensi penyebaran virus tersebut dari tempat-tempat umum, sebagian jalanan di wilayah perkotaan Purwokerto, Kabupaten Banyumas disemprot cairan disinfektan, Rabu (26/3).

Cairan disinfektan sebanyak kurang lebih 6.000 liter diangkut dengan kendaraan pengurai massa atau water cannon milik Polresta Banyumas.

Kapolresta Banyumas, Kombes Whisnu Caraka, mengatakan rute penyemprotan disinfektan berawal dari Alun-alun Purwokerto berlanjut ke sejumlah lokasi lain. Penyemprotan tersebut sebagai wujud kehadiran jajaran pemerintah untuk menurunkan keresahan masyarakat akibat merebaknya virus corona.

Selain itu diturunkan pula pemadam kebakaran untuk melakukan penyemprotan disinfektan di rute berbeda.

"Penyemprotan disinfektan ini hanya bertahan tiga hari. Dari tiga hari itu mungkin nanti kita akan gantian, dari Pemkab Bnayumas kapan lalu kita kapan. Jadi bisa gantian agar semua terjangkau," kata Whisnu.

Di Banyumas, perkembangan kasus corona kian hari kian meningkat. Rabu (26/3), terdapat peningkatan 121 orang dalam pemantauan (OPD) sehingga total tercatat sebanyak 717 orang. Sedang pasien dalam pengawasan (PDP) terdapat peningkatan 4 orang sehingga total sebanyak 16 orang. Untuk kasus terkonfirmasi positif covid-19 ada 3 orang.

Bupati Banyumas, Husein mengatakan peningkatan OPD terjadi karena banyak perantau asal Banyumas dari berbagai kota daerah terjangkit yang pulang kampung. Ia meminta para perantau ini selama tinggal di kampung halaman untuk mengisolasi diri selama 14 hari.

"Mungkin para perantau merasa khawatir tinggal di kota terjangkit jadi mudik ke Banyumas. Kita tak bisa menghentikan atau menolak kepulangan mereka. Karena memang tak ada dasar hukumnya.Jalan yang terbaik, para perantau kita pantau, kita awasi ketat selama 14 hari," kata Husein. (mdk/cob)

Baca juga:
RSUD Pasar Minggu Adakan Pemeriksaan Mandiri Covid-19
Cegah Penyebaran Corona, Penyemprotan Disinfektan di Depok Pakai Mobil Water Cannon
Kasus Covid-19 di Jateng Terus Meningkat, Ganjar Belum Tahu Jadwal Rapid Test
Arus Pemudik di Jateng Melonjak, Ganjar Kerahkan Tenaga Kesehatan
Pendopo Lama Gubernur Banten Disiapkan Jadi Tempat Karantina Tenaga Medis
Aksi Tanggap Bea Cukai Bersama Instansi Pemerintah Cegah Penyebaran Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami