Jalani Perawatan Psikis, Gadis ABG Korban Persikusi akan Dibawa ke Kupang

PERISTIWA » MALANG | 31 Oktober 2019 23:02 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - NB (16), korban persekusi yang dilakukan oleh aparat desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, akan mendapatkan perlindungan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Nusa Tenggara Timur maupun Kabupaten Malaka.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nusa Tenggara Timur, Sylvia R. Peku Djawang kepada merdeka.com mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kabupaten dan sementara mendampingi korban, ketika diambil keterangan oleh pihak kepolisian.

"Soal intervensi yang kami lakukan hanya sebatas kewenangan kami untuk melindungi korban. Kami tidak fokus pada urusan hukum terhadap para pelaku," katanya melalui pesan singkat, Kamis (31/10).

Menurut Sylvia, setelah semua pemberkasan penyelidikan dan penyidikan di polisi selesai, pihaknya bersama pekerja sosial (Peksos) akan membawa korban NB ke Rumah Idaman Kupang, untuk menjalani perawatan psikologisnya pascakejadian.

"Kita konfirmasi dengan DP3A Malaka dan sementara ini korban bersama dengan DP3A Malaka serta Pesisir, setelah selesai semua proses pemeriksaan di polisi, korban akan dibawa oleh Peksos ke Rumah Idaman Kupang yang akan didampingi oleh DP3A provinsi, untuk bersama-sama antar korban ke Rumah Idaman tersebut," jelasnya.

Terhadap penanganan nantinya di Rumah Idaman Kupang, Sylvia menambahkan bahwa pihaknya akan lakukan sesuai protap dan situasional, sesuai kondisi korban.

Sebelumnya, Sebelumnya, Jagat maya Nusa Tenggara Timur dihebohkan dengan beredarnya foto dan video persekusi seorang ABG berusia 16 tahun, di Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Ironisnya, persekusi ini dipimpin oleh kepala desa setempat, Paulus Lau yang dibantu oleh beberapa warga dan disaksikan masyarakat.

Gadis malang ini diketahui berinisial NB. Ia dituduh mencuri cincin milik warga desa tetangga. Dalam video maupun foto yang beredar, NB disiksa dengan cara kedua tangannya diikat dan didudukan di atas kursi plastik, lalu dipukul serta digantung pada regel polindes di Dusun Beitahu.

Selain itu, korban yang tak berdaya lalu ditinju oleh seorang pria bertubuh kekar. Tindakan main hakim sendiri ini juga disaksikan oleh para keluarga korban, yang akhirnya melaporkan kejadian ini di Polsek Kobalima.

Aksi tak terpuji ini pertama kali dibagikan oleh akun bernama Phutra Mountain, yang akhirnya viral di facebook karena terus dibagikan dengan berbagai komentar oleh netizen.

Polisi telah menetapkan tujuh orang pelaku persekusi terhadap NB, gadis berusia 16 tahun di Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, NTT, sebagai tersangka, Rabu (30/10).

Tujuh orang yang telah ditahan di Polres Belu yakni, Margareta Hoar, Endik Kasa, Bene Bau, Domi Berek, Marsel Ulu dan Melkis Tes, termasuk Paulus Lau kepala desa Babulu Selatan, yang kemarin diamankan ketika kembali dari Timor Leste. (mdk/ded)

Baca juga:
7 Pelaku Persekusi ABG Dituduh Mencuri di NTT Ditetapkan Tersangka
Pengakuan Lengkap Gadis di NTT Dituduh Mencuri, Digantung hingga Disetrum
Pulang dari Timor Leste, Kades Gantung ABG di NTT Langsung Diperiksa Polisi
Alasan Kedukaan, Kepala Desa Gantung ABG di NTT Pergi ke Timor Leste
Enam Orang Pelaku Persekusi ABG Diduga Curi Cincin di NTT Ditahan
Dituduh Curi Cincin, ABG di NTT Disiksa Selama 12 Jam Sebelum Digantung

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.