Jamaluddin Tewas Diduga Dibunuh, DPR Ingin Hakim Dikawal Polisi

PERISTIWA | 3 Desember 2019 21:23 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Taufik Basari menekankan, pentingnya meningkatkan pengamanan kepada Hakim di seluruh Indonesia. Hal ini merupakan buntut dari kasus kematian Hakim PN Medan, Jamaluddin (55).

Dia mengatakan, selaiknya hakim mendapatkan pengamanan dari personel kepolisian. Mengingat tugas yang mereka emban dapat dikategorikan riskan dan berbahaya.

"Kita memandang memang ada kebutuhan untuk memberikan pengamanan terhadap para hakim di institusi pengadilan karena mereka senyatanya menghadapi hal-hal yang cukup berbahaya. Secara langsung mereka memutuskan berbagai perkara, menghukum seseorang, melalui putusan-putusan pengadilan," kata dia, saat ditemui, di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (3/12).

Menurut dia, selama ini memang ada pengamanan dari kepolisian, tapi hal itu hanya berlangsung pada saat persidangan atau jam kerja. "Tapi yang menjadi soal adalah bagaimana kemudian kita juga punya tanggung jawab untuk mengawal keamanan dari hakim dari kehidupan sehari-hari. Karena justru yang di luar persidangan itu banyak terjadi kejadian yang tidak kita inginkan," jelas Taufik.

"Oleh karena itulah maka perlu kita diskusikan teknis yang memungkinkan agar tujuan kita untuk melindungi para hakim ini dapat tercapai," imbuhnya.

1 dari 1 halaman

Teknis Pengamanan

Terkait teknis pengamanan, lanjut dia, dapat didiskusikan oleh pihak Mahkamah Agung dan kepolisian. Selanjutnya dituangkan dalam bentuk kerja sama.

"Pertama diskusi dulu kemudian dituangkan dalam MoU terkait dengan pengamanan pada hakim. Termasuk di dalam anggaran dan sebagainya harus kita hitung. Karena jumlah hakim pun juga cukup banyak di seluruh Indonesia ini, termasuk juga jumlah PN-nya banyak. Ada yang di tempat-tempat yang jauh dan sebagainya," tegas dia.

Meskipun demikian, dia mengatakan, profesi hakim sudah seharusnya mendapatkan pengawalan laiknya para pejabat yang ada di daerah. Hal tersebut sebagai bentuk penghargaan terhadap profesi hakim.

"Menurut saya itu bisa dilakukan karena sama sebenarnya dengan pengamanan pejabat-pejabat daerah misalnya. Kalau kita memuliakan hakim sebagai profesi yang terhormat yang harus kita jaga martabat termasuk juga keamanannya, maka menurut saya hal ini sangat memungkinkan di pihak kepolisian untuk memberikan pengamanan khusus terhadap para hakim," tandasnya.

Diketahui, Hakim Jamalludin tewas di sebuah mobil Toyota Land Cruiser dengan nomor polisi BK 77 HD di areal kebun sawit Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Jumat (29/11).

Penemuan mayat ini berawal saat warga melaporkan terkait adanya sebuah mobil yang masuk ke areal perkebunan sawit. Warga kemudian melaporkan kepada kepala desa yang diteruskan ke Polsek Kutalimbaru.

Polisi periksa 18 saksi atas kasus dugaan pembunuhan itu. Polisi juga memeriksa orang terdekat sang hakim. (mdk/rnd)

Baca juga:
Mabes Polri Siap Bantu Buru Pembunuh Hakim PN Medan
Perkara yang Ditangani Jamaluddin Dilimpahkan ke Hakim Lain
Selain Periksa 18 Saksi, Polisi Cek CCTV di Rumah Hakim Jamaluddin Tewas Dibunuh
Hakim Berharap Dilindungi di Luar Jam Dinas
18 Saksi Diperiksa Terkait Kasus Pembunuhan Hakim PN Medan
Sebelum Dibunuh, Hakim PN Medan Ditelpon Sahabat Minta Jemput di Kualanamu

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.