James Riady tegaskan siap bekerja sama dengan KPK

PERISTIWA | 30 Oktober 2018 19:41 Reporter : Ya'cob Billiocta

Merdeka.com - Pengusaha James Riady menegaskan pihaknya siap bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai saksi, dalam mengusut kasus dugaan suap perizinan pembangunan megaproyek apartemen yang dilakukan PT MSU di Bekasi. James juga mengapresiasi KPK dalam upayanya menangani kasus ini.

"Kami mengapresiasi KPK dan proses yang sedang berjalan sejauh ini. Kami akan bekerja sama sebaik-baiknya dalam proses penyelidikan yang sedang berjalan," kata James kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/10).

Dia menambahkan, pihaknya sepenuhnya menaati dan menghormati proses penyelidikan yang tengah dilakukan oleh KPK. Dia berharap agar proses penyelidikan tersebut dapat berjalan lancar sehingga kasus ini dapat segera dituntaskan.

"Tentunya kami prihatin dengan kejadian ini, dan sebagai warga negara yang baik kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan," tegas James.

Diketahui, KPK menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait izin proyek pembangunan Meikarta di Kabupaten Bekasi. Selain Bupati Neneng, KPK juga menjerat delapan orang lainnya dalam kasus ini.

Mereka adalah Kepala Dinas PUPR Pemkab Bekasi, Jamaludi; Kepala Dinas Damkar Pemkab Bekasi, Sahat MBJ Nahar; Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi, Dewi Tisnawati; dan Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi, Neneng Rahmi.

Bupati Neneng dan kawan-kawan diduga menerima hadiah atau janji Rp 13 miliar terkait proyek tersebut. Diduga, realiasasi pemberian sampai saat ini adalah sekitar Rp 7 miliar melalui beberapa Kepala Dinas.

Keterkaitan sejumlah dinas lantaran proyek tersebut cukup kompleks, yakni memiliki rencana membangun apartemen, pusat perbelanjaan, rumah sakit, hingga tempat pendidikan. Sehingga dibutuhkan banyak perizinan.

Meski demikian, pembangunan Meikarta di Cikarang, Bekasi, tetap berlangsung. Proyek ini tercatat menyerap sekitar 70 ribu tenaga kerja, mulai dari pekerja konstruksi, mandor, petugas kebersihan dan keamanan, arsitek, desainer interior, hingga petugas pengelola berbagai fasilitas yang tersedia.

Total nilai investasi proyek ini mencapai Rp 278 triliun yang berasal dari banyak investor dan melibatkan 120 perusahaan sebagai mitra. Dengan nilai investasi sebesar itu, proyek yang dilaksanakan PT MSU dimaksud berkontribusi signifikan terhadap PDB Indonesia yang jumlahnya berkisar Rp 15.000 triliun per tahun.

Saat ini terdapat defisit hunian sebesar 11 juta unit yang belum dapat dipenuhi sehingga banyak orang belum memiliki hunian. Proyek yang berada di kawasan Bekasi ini juga diproyeksikan sebagai kawasan penyangga untuk mengurangi beban Jabodetabek yang semakin padat. (mdk/cob)

Baca juga:
Panggil James Riady, KPK tak menutup kemungkinan kembangkan kasus Meikarta
James Riady akui bertemu Bupati Bekasi, bantah bahas izin Meikarta
CEO Lippo Group James Riady diperiksa KPK
James Riady penuhi panggilan KPK terkait kasus suap proyek Meikarta
Hari ini, KPK periksa James Riady terkait suap izin Meikarta
KPK periksa James Riady terkait suap proyek Meikarta pekan depan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.