Jamin Kondusif, Wabup Pegubin Bujuk Warga Kiwirok Mengungsi Akibat Teror KST Pulkam

Jamin Kondusif, Wabup Pegubin Bujuk Warga Kiwirok Mengungsi Akibat Teror KST Pulkam
Wabup Pegunungan Bintang Piter Kalakmabin. ©2021 Merdeka.com/Richard Icahd
NEWS | 27 Oktober 2021 11:15 Reporter : Richard Jakson Mayor

Merdeka.com - Pemerintah daerah tengah berupaya memulangkan 300 warga Distrik Kiwirok yang mengungsi ke Oksibil, ibu kota Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Ratusan pengungsi itu merupakan warga Distrik Kiwirok, yang melarikan diri setelah serangan Kelompok Separatis Teroris (KST) terhadap Puskesmas dan Tenaga Kesehatan, pada Sabtu 18 September 2021 lalu.

"Ada sekitar 300 masyarakat asal Kiwirok yang saat ini mengungsi di 17 titik di kota Oksibil," kata Wakil Bupati Kabupaten Pegunungan Bintang, Wabup Piter Kalakmabin, Rabu (27/10).

Piter mengatakan, Pemkab Pegunungan Bintang telah membantu logistik saat melihat langsung para pengungsi di 17 titik di Oksibil. Rencana pemulangan ratusan warga setelah melakukan dialog di tempat pengungsian.

"Saya bersama Bupati dan Sekda kami mendatangi lansung mereka para pemgungsi Kiriwok, dan kami telah berdialog dengan mereka guna mengembalikan mereka ke kampung halaman mereka di Kiwirok," ujar dia.

Piter mengungkapkan menerima banyak masukan dari masyarakat pengungsi terkait rencana pemulangan mereka saat kunjungan dan dialog tersebut. Para warga menurut Piter mengaku ingin pulang ke kampung halaman lantaran rindu rumah dan sebagian keluarga yang ditinggalkan setelah sebulan mengungsi. Di sisi lain, kepastian akan jaminan keamanan di Kiwirok juga dijamin pemda setempat.

"Jadi mereka sangat ingin cepat kembali. Mereka bilang, biar di sana mereka tinggal pakai tenda pun asalkan mereka pulang ke kampung halamannya. Jadi kami pemerintah siap fasilitas untuk pulangkan mereka. Situasi secara umum kami pastikan sudah mulai kondusif," ujar dia.

Pemulihan Aset Dibakar KST

Sementara itu dalam rangka pemulihan dan rehabilitasi sejumlah fasilitas umum dan asset pemerintah yang dirusak dan dibakar KST, seperti Puskesmas, Kantor Bank Papua, Kantor Distrik Kiwirok, dan sejumlah sekolah baik SD, SMP dan SMA pada insiden September 2021 lalu, kata Piter, Pemkab Pegubin akan menganggarkan di APBD Pegubin tahun 2022 untuk dibangun kembali.

"APBD 2022 ini kami akan bahas dengan Pak Sekda yang baru, kita bangun fasilitas pemerintah yang dibakar. Juga bangun kembali perumahan rakyat, kita akan minta bantuan ini dengan pihak Pemprov Papua, Kementerian Sosial, dan Kementerian PUPR. Sebab dengan keterbatasan anggaran kami, kami di Pegubin tentu tak mampu membangunnya sendiri,” tutur Piter.

Piter juga meminta para tenaga kesehatan dan guru yang sebelumnya sempat mengungsi keluar dari Kiwirok dan beberapa distrik lain agar ke depan bisa kembali melaksanakan tugasnya seperti biasa.

“untuk Kiwirok, memang kami sadar mereka butuh waktu untuk pulihkan trauma psikologis. Tapi yang di luar (selain—Red.) dari Kiwirok, kami minta kembali ke tempat tugas masing-masing. Kami jamin bahwa Pegunungan Bintang adalah daerah teraman,” tegas politisi Partai Golkar ini.

Sehari sebelumnya, dalam sambutannya ketika melantik Plt. Sekda Aloysius Giyai dan sejumlah Plt. Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Senin (25/10/2021), Bupati Pegunungan Bintang, Spey Yan Bidana, ST, MSi meminta masyarakat untuk tidak lagi membangun isu-isu murahan yang membuat rakyat hidup tidak aman. Sebab Pegunungan Bintang sejak dulu dikenal sebagai wilayah yang aman dan nyaman bagi siapa pun yang datang untuk mengabdi dan melayani masyarakat.

“stop untuk buang-buang isu murahan. Saya minta kepala kampung, kepala distrik, tokoh Gereja dam tokoh adat harus sharing baik informasi yang beredar agar tidak membuat masyarakat takut,” kata Bupati Spey Bidana.

Spey juga berharap, seluruh komponen masyarakat Pegubin, pemerintah daerah dan aparat keamanan bersama-sama menjaga keamanan agar roda pemerintahan dan pelayanan publik, khususnya ekonomi, pendidikan dan kesehatan kembali berjalan normal ke depan.

Sementara itu, Plt Sekda Pegubin Aloysius Giyai meminta agar masyarakat harus lebih percaya kepada informasi yang diberikan pemerintah daerah, tokoh agama, dan tokoh adat setempat dibandingkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebab kehadiran pemerintah dan gereja sejak dulu selalu menciptakan suasana kondusif bagi masyarakat agar hidup tenang, bukan sebaliknya.

“Kita berharap pengalaman kejadian Kiwirok ini tidak akan terulang lagi ke depan. Sebab Pegunungan Bintang ini sejak dulu aman, tak pernah ada kejadian seperti ini. Saya siap bantu Pak Bupati dan Wakil Bupati untuk bersama-sama kita bangun Pegunungan Bintang dalam suasana damai, aman dan nyaman,” ujar Aloysius. (mdk/gil)

Baca juga:
Kronologi Prajurit TNI Sedang Patroli Terkena Tembak KST di Intan Jaya
Kontak Tembak dengan KST di Intan Jaya, Satu Prajurit TNI Terluka
LPSK Turun ke Distrik Kiwirok Lindungi 8 Nakes Korban Penyerangan KKB
Bendera Bintang Kejora Berkibar di Manokwari, Polisi Buru Pelaku
Simpatisan KST Papua di Kepulauan Yapen Serahkan 6 Pucuk Senpi Rakitan kepada TNI
Dua Teroris Papua Pimpinan Fernando Worabai Menyerahkan Diri

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami