Jaring ikan, pelajar malah tewas disedot lumpur hidup

PERISTIWA | 20 November 2014 19:09 Reporter : Gede Nadi Jaya

Merdeka.com - Seorang pelajar bernama Risky (17) tewas terjerembab ke dalam lumpur hidup saat menjala ikan di pulau Serangan, Denpasar Selatan, Kamis (20/11). Korban baru bisa ditarik ke atas sekitar pukul 18.15 Wita, dalam keadaan lemas tidak bernyawa lagi.

Informasi yang berhasil dihimpun, saat itu selepas sekolah korban bersama dua rekannya, Febri (16) dan Hasim (17) menangkap ikan dengan jala sekitar 100 meter berenang dari bibir pantai. Setelah jaring perangkap ikan dipasang, mereka balik ke tepian pantai. Namun tiba-tiba korban teriak minta tolong.

"Saya berada di depan Risky (korban). Hasim sudah lebih dahulu sampai tepian. Sekitar 15 meter dekat tepian, dia teriak bilang kakinya seperti ketarik dalam lumpur. Dalamnya air waktu itu masih di bawah pinggang. Kebetulan saya dan Hasim tidak jalan, tapi berenang," Aku Febri memberikan keterangan di Polsek Densel, Kamis (20/11).

Dari pengakuannya, mereka sempat berusaha menarik korban. Tetapi sedotan lumpur sangat kuat menarik korban, hingga akhirnya minta pertolongan sejumlah warga yang kebetulan sedang memancing. Sayangnya saat kembali, korban sudah lenyap. Setelah dua jam lebih lamanya dilakukan pencarian, baru ditemukan tangan korban dan di tarik ke tepian sudah lemas dan tidak bernyawa lagi.

Kasat Pol Air Polresta Denpasar, Kompol I Wayan Redip yang dikonfirmasi, memastikan setelah berhasil mengevakuasi jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit (RS) Sanglah. "Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Biar jelas, kita tunggu hasil dari medis saja," terangnya, Kamis (20/11).

(mdk/hhw)

TOPIK TERKAIT