Jawab Gratifikasi Nginap di Hotel, Irjen Firli bilang 'Saya Punya Harga Diri'

PERISTIWA | 27 Agustus 2019 18:16 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Calon pimpinan KPK, Inspektur Jenderal Polisi Firli Bahuri membantah menerima gratifikasi menginap di sebuah hotel bernama Grand Legi, selama hampir 2 bulan. Menurut dia, hal itu dilakukan karena anaknya masih mengenyam pendidikan dasar dan harus ditemani sang ibunya.

"Betul saya menginap di Grand Legi 24 April hingga 26 Juni, kenapa (lama)? Karena saya punya anak masih SD dan istri saya terus mengawasi dan saya harus pindah ke Jakarta dan saya check in disana bayar langsung Rp 50 juta dan dibungkus amplop coklat," jelas Firli saat menjawab pertanyaan Pansel Capim KPK, di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (27/8).

Karenanya Firli menegaskan tidak benar ada gratifikasi terkait pembayaran hotel tersebut. Malahan, lanjut dia, selama pengabdiannya di kepolisian selama 35 tahun dia tidak pernah mau dibayari oleh siapa pun untuk ongkos menginap di hotel.

"Sampai hari ini saya nginep tidak pernah dibayarin, saya kemarin dari wisma Polda di Sumatera Selatan saya juga bayar sendiri, saya punya harga diri," tegas Firli.

Menurut dia, membayar sendiri ongkos menginap adalah suatu contoh kecil memberantas korupsi. Karena menurut dia Korupsi tidak pernah terjadi dari bawah melainkan jajaran di atasnya.

"Ini adalah contoh kecil memberantas korupsi, ikan tak pernah busuk dari ekor, tapi selalu dari kepala," kata Firli.

Reporter: Muhammad Radityo

Baca juga:
Pembelaan Irjen Firli Soal Laporan Harta Kekayaan Capai Rp18 Miliar
Wapres JK Nilai Pansel Sudah Terbuka Seleksi 20 Nama Capim KPK
Jawaban Irjen Firli Soal Pertemuan dengan TGB saat Jabat Deputi KPK
Irjen Antam Novambar Cerita 'Dikerjai' Dirdik KPK Saat Mau Bantu Budi Gunawan
Alexander Marwata di Uji Publik Capim KPK: Saya Bukan Titipan Siapapun
Masinton Tegaskan Kritikan Soal Capim ke Pansel KPK Salah Alamat

(mdk/rhm)