Jawab Kritik Anwar Abbas, Jokowi Tak Baca Bahan Sambutan Disiapkan saat Acara MUI

Jawab Kritik Anwar Abbas, Jokowi Tak Baca Bahan Sambutan Disiapkan saat Acara MUI
Presiden Joko Widodo. YouTube @Sekretariat Presiden ©2020 Merdeka.com
NEWS | 10 Desember 2021 18:23 Reporter : Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak menggunakan bahan sambutan yang telah disiapkan saat menjadi pembicara di acara Kongres Ekonomi Umat ke-2 Majelis Ulama Indonesia tahun 2021, Jumat (10/12). Jokowi langsung menjawab kritik disampaikan Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas dalam forum tersebut.

"Tadi saya disiapkan bahan sambutan segini banyaknya, tapi setelah saya mendengar tadi dokter buya Anwar Abbas menyampaikan itu saya engga jadi juga pegang ini. Saya akan jawab apa yang sudah disampaikan oleh doktor buya Anwar Abbas," ujar Jokowi.

Jokowi menjelaskan mengenai masalah penguasaan lahan dan tanah. Dia meluruskan mengenai distribusi reforma agraria. Jokowi menyebut sudah 4,3 juta hektare dibagi dari target 12 juta.

"Pertama yang berkaitan dengan lahan, dengan tahan, penguasaan lahan, penguasaan tanah. Apa yang disampaikan Buya betul, tapi bukan saya yang membagi. Ya itu saya jawab, harus saya jawab," katanya.

"Dan kita sekarang ini dalam proses mendistribusi reforma agraria yang target kita sudah mencapai 4,3 juta hektare dari targer 12 juta yang ingin kita bagi," ucapnya.

Jokowi menyebut, saat ini pemerintah sudah memiliki bank tanah. Ia bilang mulai bulan depan akan mulai mencabut satu persatu tanah yah ditelantarkan.

"Dan saat ini kita sudah memiliki bank tanah, akan kita lihat HGO, HGP yang ditelantaran semuanya, mungkin insya allah bulan ini akan saya mulai atau mungkin bulan depan akan saya mulai, untuk saya cabut satu persatu yang ditelantarkan. Karena banyak sekali. Konsesinya diberikan, sudah lebih 20 tahun, 30 tahun tapi tidak diapa-apakan, sehingga kita tidak bisa memberikan ke yang lainnya," ujarnya.

Jokowi pun menawarkan memberikan lahan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI). Jokowi siap menyiapkan tanah hingga 50 hektare.

"Kalau bapak ibu sekalian ada yang memerlukan lahan dengan jumlah yang sangat besar, silahkan sampaikan kepada saya, akan saya carikan, akan saya siapkan, berapa? 10 ribu hektare? bukan meter persegi tapi hektare. 50 ribu hektare? Tapi dengan sebuah itung-itungan proposal juga yang visibel," ujarnya.

"Artinya ada visi study yang jelas. Akan digunakan apa barang itu, lahan itu. Akan saya berikan, saya akan berusaha untuk memberikan itu, Insya Allah. Karena saya juga punya bahan banyak stok, tapi nggak saya buka kemana-mana. Kalau bapak ibu sekalian ada yang memiliki silahkan datang ke saya diantar oleh buya Anwar Abbas," ujar Jokowi.

2 dari 2 halaman

Kriitk Anwar Abbas

Anwar Abbas di hadapan Jokowi menyampaikan kritik mengenai kesenjangan ekonomi dan sosial di tengah masyarakat. Menurut Anwar justru kesenjangan ini semakin terjal.

"Sementara mereka-mereka yang berada di level usaha mikro dan ultra mikro, itu tampak oleh kita belum begitu terjamah terutama oleh dunia perbankan sehingga akibatnya kesenjangan ekonomi dan sosial di tengah-tengah masyarakat tampak semakin terjal, dan itu bisa kita lihat dalam indeks gini ekonomi kita yang berada pada angka 0,39. Kalau saya tidak salah sebelum Pak Jokowi 0,41 ya, tetapi begitu kepemimpinan negeri ini diambil oleh Pak Jokowi turun menjadi 0,39," ujar Anwar.

Lebih lanjut, dijelaskan di bidang pertanahan indeks gini sangat memprihatikan. Kata Anwar, 1 persen penduduk di Indonesia menguasai 5 persen lahan.

"Cuman dalam bidang pertanahan, indeks gini kita sangat memperihatinkan itu 0,59 artinya 1 persen penduduk menguasai 59 persen lahan yang ada di negeri ini. Sementara yang jumlahnya sekitar 99 persen itu hanya menguasai 41 persen lahan yang ada di negeri ini," tegasnya. (mdk/gil)

Baca juga:
Jokowi: Kalau Ada Perlu Lahan Jumlah Besar Sampaikan ke Saya
Jokowi Dilempar Kertas Seorang Kakek di Lumajang, Apa Isinya?
VIDEO: Saran KPK ke Jokowi Usai Dikirimi Warga Jeruk Satu Truk ke Istana
Presiden Jokowi: Pemerintah Komitmen Selesaikan Kasus HAM Berat
Jokowi Perintahkan Menkominfo Tuntaskan RUU PDP Bersama DPR

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami