Jebol Tembok, 5 Tahanan Rutan Solo Gagal Kabur

PERISTIWA | 31 Juli 2019 18:14 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Sebanyak lima tahanan di Rutan Kelas IA Solo diamankan petugas. Mereka diduga akan melarikan diri dengan cara menjebol tembok di sel tahanan. Beruntung petugas mencium aksi para tahanan, sehingga perbuatan nekat tersebut bisa digagalkan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, para tahanan coba kabur pada Sabtu sore pekan lalu. Di saat bersama, para petugas rutan sedang melakukan penggeledahan dadakan dan menemukan lubang berukuran sekitar 1x1 meter di tembok sisi timur.

"Kami sangat kaget kok ada lubang di tembok di kamar 7 blok B. Dan lubangnya cukup besar, kira-kira 1x1 meter," ujar Kepala Pengamanan Rutan Kelas IA Surakarta, Andi Rahman to, Rabu (31/7).

Menurut Andi, kamar yang dijebol tersebut menampung 52 orang warga binaan. Pihaknya langsung melakukan investigasi dan lima orang ditetapkan sebagai pelaku.

Dia menjelaskan, tembok kamar tersebut mempunyai ketebalan sekitar 30 cm. Para pelaku sudah berhasil melubangi hingga kedalaman 20 cm.

"Jadi tinggal 10 cm lagi sudah jebol dan dipastikan mereka bisa kabur.
Beruntung kami segera tahu, kalau tidak, mungkin saja 52 warga binaan yang ada di dalam kamar itu juga ikut kabur," katanya.

Andi menerangkan, para pelaku saat ini masih berstatus tahanan titipan Kejaksaan Negeri Solo. Mereka tersangkut beberapa kasus, di antaranya pencurian, narkoba hingga perlindungan anak.

"Jadi mereka ini satu menggunakan tongkat alat bantu jalan untuk melubangi tembok. Kebetulan memang salah satu warga binaan di kamar itu harus memakai alat bantu jalan," jelasnya.

Dikatakannya, saat akan digunakan, tongkat dari besi tersebut dipotong menjadi sepanjang 25 cm dan digunakan untuk melubangi tembok. Aksi mereka, lanjut Andi sudah dilakukan selama dua malam. Untukmengelabui petugas, mereka menutup tembok yang sudah dilubangi itu dengan sajadah.

Saat beraksi, kelima tahanan mempunyai peran berbeda. Sebagian melubangi tembok, dan lainnya mengawasi petugas serta ada pula yang bertugas membersihkan puing-puing tembok.

"Sementara ini mereka kami masukkan ke dalam sel isolasi selama dua pekan. Mereka juga tidak akan mendapatkan remisi setelah kasus mereka in kracht," tegasnya. (mdk/lia)

Baca juga:
Dua Napi Kabur saat Bekerja di Lahan Pertanian Rutan Palangkaraya
Napi Lapas II Pati Kabur saat Asimilasi, Sipir TM Dijatuhi Sanksi Berat
2 dari 4 Napi Lapas Pakjo Palembang yang Kabur Ditangkap
Jebol Tembok, 4 Tahanan Narkoba Lapas Pakjo Palembang Kabur
DPO Rutan Donggala Kabur Setelah Gempa, Ditangkap Usai Curi Motor di Samarinda
2 Tahanan Polsek Kuta Selatan yang Kabur Ditangkap di Jakarta
10 Hari Buron, Napi Kabur dari Lapas Pati Diburu Tim Kemenkumham

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.