Jejak Tapak Kaki Harimau Sumatera di Desa Kualu Nenas, Warga Diminta Waspada

PERISTIWA | 7 Desember 2019 23:30 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Jejak tapak kaki Harimau Sumatera kembali membuat heboh warga Kabupaten Kampar, Riau. Kali ini, jejak si belang itu ditemukan di jalanan Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang.

"Setelah mendapat laporan dari warga, kami langsung menurunkan tim melakukan pengecekan. Ternyata benar, jejak itu tapak kaki harimau sumatera," ujar Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau, Suharyono, Sabtu (7/12).

Suharyono menyebutkan, warga melihat jejak kaki harimau Sumatra itu Jumat (6/12) di jalanan yang biasa dilalui masyarakat petani. Dia juga meminta warga untuk waspada.

"Ukurannya diperkirakan sama dengan jejak Harimau Sumatra di Desa Karya Indah," kata dia.

Meski ada beberapa jejak di dua desa, Suharyono, belum bisa memastikan berapa jumlah harimau yang berada di sekitaran daerah tersebut. Namun berdasarkan informasi yang beredar di masyarakat, ada tiga ekor harimau.

"Terkait dengan temuan jejak Harimau Sumatera di Desa Kualu Nenas, kami belum dapat memastikan kebenarannya sebanyak 3 individu. Analis jejak dan analis data lapangan lainnya masih berlangsung," jelas Suharyono.

Dia juga belum tahu apakah satwa liar dilindungi yang melintas di Desa Karya Indah, sama dengan di Desa Kualu Nenas. Menurut Suharyono, secara alamiah harimau sumatera betina jarang ditemui bersamaan dengan pejantan dan anaknya.

"Bila induk harimau bersama anaknya, dipastikan anak itu berusia di bawah 2 tahun. Atau belum lepas susu," ucapnya.

Suharyono memperkirakan Harimau Sumatra yang ditemukan di Desa Karya Indah adalah harimau jantan remaja dengan umur sekitar 2 tahunan yang baru lepas susu dari induknya. Biasanya Harimau Sumatra remaja akan mencari daerah jelajah baru. Harimau akan menjelajah meliputi daerah yang cukup luas sampai akhirnya dia menemukan homerange pastinya.

"Dan itu butuh waktu karena di antaranya ketersediaan pakan dan jelajah Harimau Sumatera jantan lainnya yang tidak bisa overlap sesama Harimau Sumatra jantan," tutur Suharyono.

Suharyono mengimbau kepada masyarakat, terutama yang berada di lokasi ditemukannya jejak dan sekitarnya agar lebih berhati-hati dan tidak melakukan pemasangan jerat dan perburuan. "Biarkan Harimau Sumatra dapat melintas menuju ke habitatnya," ingat Suharyono.

Saat ini, tambah Suharyono, Tim BBKSDA Riau sedang melakukan koordinasi dengan aparat setempat untuk mengumpulkan data dan melakukan sosialisasi. Dia mengimbau masyarakat segera melapor apabila menemukan jejak kaki harimau.

"Masyarakat bisa segera melapor apabila mengetahui tentang informasi selanjutnya. Call centre kami 081374742982 untuk segera diambil tindakan sesuai kewenangan Balai Besar KSDA Riau," imbau Suharyono. (mdk/ded)

Baca juga:
Ini Cara Hindari Serangan Harimau Sumatera Menurut Kapolsek Pagar Alam
Ekspansi Tambang dan Perkebunan, Penyebab Utama Serangan Harimau pada Manusia
13 Kamera Trap untuk Memantau Harimau Dicuri, Dijual Pelaku Rp500 Ribu
Harimau Kembali Tewaskan Petani di Pagaralam, Korban Tinggal Kaki dan Tulang
Teror Serangan Harimau di Gunung Dempo, 1 Warga Tewas dan 2 Terluka
Harimau Sumatera Melintasi Perkebunan Sawit di Kampar

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.